Mengintip Persiapan Imlek Sederhana Ala Keturunan Tionghoa di Pacitan

Purwo Sumodiharjo - detikJatim
Senin, 31 Jan 2022 15:03 WIB
Melihat Persiapan Imlek Sederhana Ala Keturunan Tionghoa Pacitan
Warga Pacitan menyiapkan perayaan sederhana Imlek (Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom)
Pacitan -

Meski tidak diwarnai kemeriahan, momen Tahun Baru Imlek 2022 tetaplah istimewa bagi keturunan Tionghoa. Tak terkecuali di Kota 1001 Gua. Beberapa keluarga tetap menggelar peringatan sederhana di lingkup rumah tangga.

Sejak pagi Chrismilia Natalia (50) tampak sibuk. Langkah kakinya wira-wiri antara ruang tengah dengan dapur yang terus mengepul. Maklum, ibu dua anak itu tengah membuat kue. Sesaji wajib saat dirinya merayakan Imlek.

"Pokoknya semua kuenya serba manis," ucap Nonik, sapaan Chrismilia, tanpa merinci jenis-jenis kue yang dibuatnya, Senin (30/1/2022) siang.

Memang, semua jenis hidangan yang akan disajikan saat ritual doa dibikinnya sendiri. Kalaupun harus membelinya dari pasar, paling-paling untuk jenis buah-buahan saja. Sebab, tak sembarang buah cocok untuk sesaji.

"Buahnya harus yang berair dan ngrumpul-ngrumpul gitu. Seperti misalnya anggur atau kelengkeng," imbuh Nonik.

Semua kelengkapan tersebut nantinya ditata sedemikian rupa di atas meja. Lengkap dengan lilin dan dupa. Sementara di semua penjuru ruangan terdapat ornamen berupa lampion. Semua dominan warna merah.

Sebagai keturunan ke-6 Tionghoa di Pacitan, Nonik masih merasakan kentalnya tradisi nenek moyang. Sejak dirinya kecil, keluarga telah memperkenalkan budaya leluhur. Termasuk di antaranya peringatan Imlek.

"Istilahnya saya ini melestarikan tradisi nenek moyang. Adanya saya seperti sekarang ini kan karena beliau-beliau juga. Anggap aja (Imlek) ini sebagai perwujudan rasa cinta (pada leluhur)," tambahnya.

Dalam rumpun keluarga Nonik, ada dua jenis sembahyangan yang rutin dilakukan. Yakni saat tahun baru Imlek dan Cheng Beng. Momen kedua yang jatuh pada bulan April tersebut juga dikenal dengan sebutan Bulan Arwah.

"Kalau Imlek ini bagi saya lebih tepatnya peringatan ya. Seperti halnya kita merayakan tahun baruan," tuturnya berbincang dengan detikJatim.

Sejak dulu perayaan Imlek di rumpun keluarga Nonik hanya digelar pada lingkup kecil. Biasanya kerabat dekat berkumpul di rumah yang terletak di Jalan Ahmad Yani. Hanya saja sejak pandemi, aktivitas kumpul-kumpul praktis terhenti.

Di sisi lain, jumlah warga keturunan di Pacitan yang merayakan Imlek juga kian berkurang. Belum lagi generasi mudanya banyak yang melanjutkan pendidikan di luar kota.

"Pastinya bakal sepi lagi. Paling (yang melaksanakan sembahyang) cuma saya, suami, sama anak," ujar istri dari Agustinus Agung Trisnanto (51) tersebut.

Bagi Nonik, Imlek 2022 tak sekadar momen pergantian tahun. Lebih dari itu, dirinya ingin menjadikannya sebagai pengingat agar tak berhenti bersyukur. Tentu saja tersemat pula harapan untuk mendapat kebaikan di tahun mendatang.



Simak Video "Penampakan Mobil Terbakar Hebat di Tanjakan Sedeng Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)