Cerita Nenek Winarsih Dikejar-kejar Rentenir Meski Sedang Sakit Keras

Sugeng Harianto - detikJatim
Jumat, 28 Jan 2022 11:38 WIB
winarsih
Winarsih yang ngaku terus dikejar rentenir (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun -

Seorang perempuan tua di Madiun harus meratapi nasibnya. Dia selalu dikejar-kejar rentenir karena tak kunjung melunasi utangnya. Padahal, dia sedang sakit keras dan perlu perawatan.

Perempuan itu adalah Winarsih, warga Kecamatan Mejayan, Caruban, Madiun. Wanita 58 tahun itu mengatakan rentenir tersebut kerap marah saat menagih hutang hingga dia merasa ketakutan.

"Takut, (mereka) sering marah kalau (saya) tidak bayar tagihan," ujar Winarsih kepada detikJatim di warung depan rumahnya, Jumat (28/1/2022).

Dengan wajah pucat, Winarsih mengaku hampir setiap hari ada penagih utang datang. Meski dia mengaku sakit, penagih utang itu tidak peduli dan tetap meminta pelunasan utangnya.

"Petugas wanita yang hari Kamis itu tidak punya hati. Saya masih sakit suruh bayar. Buat makan saja bingung," ucap Winarsih sambil mengusap air matanya.

Hati Winarsih makin pedih saat pegawai penagih utang itu memaksa Winarsih untuk memberikan uang Rp 50 ribu yang dimilikinya. Padahal, uang itu adalah pemberian dari tetangganya. Yang akan digunakan untuk keperluan makan karena dia tidak bekerja karena sakit sejak sebulan lalu.

"Tiap Kamis (ditagih) Rp 165 ribu. Kemarin saya diberi uang oleh ibu Tutik (tetangga) untuk makan Rp 50 ribu, terpaksa saya kasih ke penagih utang," ungkap Winarsih dengan lirih.

Dengan wajah pucat dan badan kurus kering, Winarsih mengaku hanya tinggal di gubuk yang sangat sederhana bersama ipar dan anak dan cucunya sejak ditinggal suami meninggal dunia. Anaknya sendiri hanya bekerja sebagai tukang parkir dengan penghasilan yang hanya cukup untuk makan.

"Ini saya masih tinggal di rumah peninggalan suami yang masih belum berhak saya miliki. Karena saudara suami yang akan memiliki rumah ini, saya hanya menumpang bersama anak dan cucu," tutur Winarsih.

Kepada detikJatim, Winarsih mengaku total utang ke kelompok kredit yang disebutnya rentenir itu sekitar 25 juta. Jumlah itu belum termasuk kredit perorangan dengan bunga tinggi.

"Sekitar Rp 25 juta ada, kemarin utang gali lubang-tutup lubang untuk bayar. Kalau di perkumpulan, saya ndak bisa menolak saat petugas memberi solusi agar saya pinjam uangnya untuk bayar utang," jelas Winarsih.

Winarsih berharap agar para petugas penagih utang tidak mengejarnya, karena dia masih sakit dan masih ada niatan untuk membayar. "Saya masih ada niat untuk membayar, tapi tolonglah kalau sakit jangan dipaksa membayar," tandas Winarsih.

Heri (38) anak Winarsih mengungkapkan bahwa ibunya memang benar-benar sedang sakit. Bahkan, saat diperiksa di Puskesmas, ibunya diminta untuk opname. Meski gratis memakai BPJS, ibunya menolak dengan alasan tidak punya uang untuk kebutuhan makan sehari-hari untuk orang yang menjaganya.

"Kemarin ibu ndak mau opname, minta rawat jalan karena tidak punya uang untuk pegangan, meski pakai BPJS gratis dari pemerintah. Anak-istri saya juga bingung karena saya hanya jaga parkir," tutur Heri.

Direktur RSUD Caruban dr Farid Amirudin mengatakan bahwa Winarsih mengalami Anemia. "Yang jelas yang bersangkutan anemia dan kalau memang perlu perawatan sebaiknya menginap," ujar Direktur RSUD Caruban dr Farid Amirudin.



Simak Video "Pria di Yogya Hadiahi Penagih Utang dengan Bogem Mentah-Sabetan Celurit"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)