22 Mahasiswa UIN Tulungagung Positif COVID-19, Enam Dicurigai Omicron

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 27 Jan 2022 16:59 WIB
Ilustrasi COVID-19 datang menyerang.
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Tulungagung -

22 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung positif COVID-19. Dari jumlah itu 6 sampel swab dikirim ke Surabaya karena dicurigai varian Omicron.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka, mengatakan puluhan mahasiswi yang dinyatakan positif tersebut tinggal di tempat pesantren yang ada di sekitar kampus.

"Awalnya, Senin malam kami dapat laporan dari RS Bhayangkara dan laboratorium pemeriksa bahwa ada salah satu mahasiswi yang terkonfirmasi positif COVID-19," kata Didik Eka, Kamis (27/1/2022).

Dari situ, tim dinas kesehatan menindaklanjuti dengan melakukan tracing atau penelusuran terhadap kontak erat pasien. Pihaknya memeriksa 80 mahasiswi yang tinggal di tempat tersebut dengan tes swab antigen dan hasilnya 37 orang dinyatakan reaktif.

"Kemudian 37 orang itu kami lakukan pemeriksaan PCR, hasilnya ada 21 orang yang positif COVID-19," ujarnya.

Didik menambahkan dalam pemeriksaan laboratorium di Tulungagung, pihaknya mencurigai adanya enam sampel yang mirip dengan varian Omicron. Namun untuk memastikannya, Dinkes Tulungagung mengirimkan sampel swab tersebut ke laboratorium di Surabaya.

"Ya pasti ada kecurigaan, pengiriman sampel ke Surabaya harus ada syarat khusus, misalkan Cycle Threshold ( CT Value) harus sekian," imbuhnya.

Dia menambahkan, dinkes juga telah memeriksa pengasuh dan pengurus pondok pesantren, hasilnya dari enam orang yang di-swab antigen, tiga dinyatakan reaktif.

"Untuk hasil PCR belum keluar," katanya.

Saat ini seluruh mahasiswa yang dinyatakan positif menjalani karantina di tempat kos tersebut. Dinkes Tulungagung akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kesehatan pada penyintas.

"Dari 21 orang yang positif 12 orang dari luar daerah dan 9 KTP Tulungagung," kata Didik.

Sementara Humas UIN Syarif Ali Rahmatullah Tulungagung Ulil Abshor, membenarkan adanya mahasiswa positif COVID-19. Namun pihaknya baru mencatat satu mahasiswa, sedangkan hasil pemeriksaan 21 mahasiswa lain yang tinggal di pesantren tersebut belum mengetahui.

"Kami tidak mendapatkan tembusan terkait itu, karena ranahnya di pondok pesantren, hanya saja kebetulan adalah mahasiswa UIN," kata Ulil.

Menurutnya, kejadian itu saat ini tidak mempengaruhi kegiatan di UIN, sebab pada semester genap ini pihaknya belum memulai kegiatan perkuliahan.

"Kami masih menunggu kebijakan dari Kementerian Agama, apakah nantinya luring, daring atau hybrid. Yang jelas (kasus) itu akan menjadi pertimbangan," jelasnya.



Simak Video "Walkot Makassar Positif Covid-19, Bergejala Namun Tak Berat"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)