Warga Desa Miliarder Tuban Mengeluh Jual Sapi Demi Hidup, Pakar: Fenomena OKB

Hanaa Septiana - detikJatim
Kamis, 27 Jan 2022 16:10 WIB
kampung miliarder di tuban
Suasana kampung miliarder Tuban (Foto: Ainur Rofiq/detikcom)
Surabaya -

Warga Kampung Miliarder Tuban kini mengaku menjual sapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab, mereka hanya menghabiskan tabungan karena tak ada pekerjaan setelah tanah mereka dibeli PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban.

Sosiolog Universitas Airlangga (Unair), Prof Bagong Suyanto menanggapi fenomena itu Orang Kaya Baru (OKB). Menurut dia, OKB ada di mana-mana dengan berbagai penyebab.

"Fenomena OKB terjadi di mana-mana dalam berbagai penyebab," kata Prof Bagong saat dikonfirmasi, Kamis (27/1/2022).

Menurut Prof Bagong, OKB biasanya tidak berlangsung terus-menerus (Berkelanjutan) karena tidak ada penyangga ekonomi yang kuat. Seperti yang terjadi pada Kampung Miliarder Tuban.

Sebab, simpanan atau tabungan warganya pelan-pelan terkikis. Karena mereka lebih banyak menghabiskan uangnya untuk kegiatan konsumtif (Membelanjakan uang untuk kebutuhan hidup) daripada produktif (Membuat usaha).

"OKB biasanya tidak berkelanjutan karena tidak ada penyangga ekonomi yg kuat. Simpanan pelan-pelan terkikis karena lebih banyak untuk kegiatan konsumtif daripada produktif," paparnya.

Prof Bagong menyarankan sebuah solusi agar kejadian itu tidak terulang lagi. Menurut dia, OKB harusnya mempelajari literasi keuangan. Yakni memahami pengaturan dan pengelolaan keuangan. Agar mereka tidak terlalu konsumtif dan pandai mengatur tabungan yang dimiliki.

Bagi dia, pemerintah harus turun tangan dengan kelompok masyarakat sekitar. Untuk memberikan materi dan mengajarkan literasi keuangan pada masyarakat tersebut.

"Solusinya literasi keuangan perlu dikembangkan. Pemerintah perlu kerjasama dengan kelompok masyarakat untuk mengembangkannya," tandas pria yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair itu.

Sebelumnya, PT PRPP berjanji akan memberi pekerjaan pada anak-anak dan warga kampung miliarder Tuban. Janji ini diucapkan saat mereka membeli sawah hingga tanah para warga. Namun janji hanya tinggal janji.

Sudah setahun menanti, apa yang dijanjikan tak kunjung diterima. Warga pun melakukan aksi demo soal rekrutmen pekerjaan ini. Aksi ini dilakukan karena sebagian uang ganti rugi mereka sudah habis. Namun, mereka tak kunjung diberi pekerjaan seperti yang dijanjikan.

Mereka bercerita jika hanya menghabiskan tabungan, karena tak ada pekerjaan setelah tanah mereka dibeli PT PRPP. Padahal sebelumnya, mereka menjadi miliarder dengan uang ganti rugi yang mencapai miliaran rupiah. Tetapi karena tak ada penghasilan, uang itu mulai tergerus untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.



Simak Video "Sering Didatangi Pengemis-Sales, Warga Kampung Miliarder Tuban Tutup Pintu"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)