Menko PMK Tawarkan KUR Bagi Pengantin Demi Cegah Stunting

Sugeng Harianto - detikJatim
Rabu, 26 Jan 2022 20:32 WIB
menko pmk muhadjir effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun -

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy akan menawarkan program kredit KUR bagi calon pengantin. Dengan adanya kredit KUR bagi calon pengantin diharapkan bisa menekan angka balita stunting di Indonesia.

"KUR calon pengantin, kita usahakan keluarga calon manten siap lahir batin, kalau tidak kita siapkan akan jadi keluarga miskin baru," ujar Muhajir saat kunjungan kerja di Desa Simo Kecamatan Balerejo, Madiun Rabu (26/1/2022).

Muhadjir mengatakan faktor yang jadi salah satu penyebab stunting yakni kemiskinan. Sehingga dengan adanya KUR calon pengantin bisa membuat modal usaha.

"Makanya diupayakan sejak jadi manten dapat modal, persoalan visual stunting karena miskin. Dari stunting standar 15 persen diusahakan nol stunting," kata Muhadjir.

Muhadjir mengungkapkan saat ini kasus stunting di Indonesia turun sekitar 3,4 persen dalam dua tahun terakhir selama pandemi COVID-19. "Dari angka 27,6 persen jadi 24,4 persen, minimal pertahun menurun 2,7 peran, dengan dua tahun COVID-19 kita harus meningkatkan target paling tidak 3,6 persen," paparnya.

Muhadjir juga meminta kepada semua calon pengantin untuk mendapatkan sertifikat pendidikan atau pengarahan melalui BKKBN. Dengan demikian diharapkan angka stunting di Indonesia bisa ditekan.

"Nantinya BKKBN gulirkan bimbingan calon pengantin tiga bulan sebelumnya harus melapor, calon pengantin harus bersertifikat. Jadi bantu calon manten dapat sertifikat, sudah dibimbing, secara ekonomi keluarga siap, jadi kalau ada calon manten belum dapat kerja yang tanggung jawab Disnaker," ungkap Muhadjir.

Muhadjir juga menyinggung persiapan dini pencegahan stunting sejak wanita masih remaja. "Ketika remaja, punya siklus datang bulan, kekurangan darah saat remaja bisa ditambah darah saat menstruasi," tandasnya.

Sementara itu Bupati Madiun H. Ahmad Dawami, dalam pemaparan dihadapan Menteri Muhajir menyebutkan bahwa kasus stunting di Madiun saat ini sekitar 3.766. "Jumlah balita stunting bisa dibilang menurun tentu saran atau wacana pak menteri akan kita lakukan agar angkat stunting semakin kecil dan tidak ada di Kabupaten Madiun," jelas Kaji Mbing, sapaan akrab Bupati Madiun.

Kaji Mbing mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Madiun sudah bebas dari desa tertinggal dan mulai berkembang. "Alhamdulillah di Kabupaten Madiun sudah tidak ada lagi desa tertinggal artinya sudah berkembang seiring pertumbuhan ekonomi di pedesaan," tandasnya.

Dalam kunjungannya, Menko PMK Muhadjir Effendy disambut tari dongkrek kesenian asli Kabupaten Madiun.



Simak Video "Menko PMK Cek Lokasi Keluarga Miskin Ekstrem di Malang"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)