Waspadai Puncak Omicron, Warga Kediri Diminta Tetap Patuhi Prokes

Andhika Dwi Saputra - detikJatim
Selasa, 25 Jan 2022 15:21 WIB
bupati kediri mas dhito
Mas Dhito saat ikut rakor pengendalian COVID-19 di Surabaya (Foto: Dok. Pemkab Kediri)
Kediri -

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) saat situasi masih kondisi pandemi COVID-19. Upaya preventif harus dilakukan untuk mencegah penyebaran varian omicron yang penularannya lebih cepat.

"Karena prediksi dari Kementerian Kesehatan, enam puluh lima hari dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret itu adalah titik tertinggi omicron," kata Mas Dhito usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian COVID-19 di Convention Hall, Grand City Surabaya, Senin (24/1/2022).

Diungkapkan Mas Dhito, rapat koordinasi itu dilakukan Forkopimda Provinsi dengan Forkopimda tingkat dua kabupaten dan kota. Adapun inti rakor itu untuk mensinergiskan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten dan atau kota untuk mencegah omicron.

"Saya mengimbau untuk seluruh warga masyarakat Kabupaten Kediri tidak perlu panik, tapi mohon untuk patuhi protokol kesehatan," tuturnya.

Dalam rapat koordinasi itu diungkapkan bahwa ketersediaan bed occupancy rate (BOR) atau tempat tidur di rumah sakit untuk penanganan COVID-19 di Jawa Timur sekitar 83,14 persen. Pun demikian, varian omicron dinilai tidak setinggi dibandingkan varian Delta.

"Kesiapan kita (BOR) sangat siap. Setelah dari rakor ini saya akan langsung koordinasi dengan kepala dinas kesehatan untuk melakukan tindakan preventif," tandas Mas Dhito.

Sementara itu, program vaksinasi booster di Kabupaten Kediri telah dimulai Senin, 24 Januari 2022 dengan sasaran prioritas kalangan lansia. Kalangan ini menjadi sasaran pertama karena rentan terhadap penularan COVID-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Achmad Khotib usai acara kick off vaksinasi booster menyampaikan, pelayanan vaksinasi booster ini dapat dilakukan di dua rumah sakit milik daerah. Yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kediri dan RSUD Simpang Lima Gumul (SLG).

"Kita ingin sekitar 900.000 orang yang sudah mendapatkan dosis ke dua akan bertahap kita beri (vaksinasi) booster," ucapnya.



Simak Video "Omicron Baru BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia, Waspada Gejalanya"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)