Mahasiswa Ubaya Meninggal di Gunung Penanggungan Naik Lewat Jalur Kedungudi

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 16:29 WIB
Gunung Penanggungan di Mojokerto
Gunung Penanggungan (Foto file: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Erfando Ilham (19) mendaki Gunung Penanggungan melalui jalur Kedungudi di Kecamatan Trawas, Mojokerto. Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) itu meninggal dalam perjalanan turun melalui jalur Tamiajeng, Trawas.

Erfando merupakan satu dari 12 peserta Mahasiswa Pecinta Alam Ubaya (Mapaus) Adventure Training. Panitia kegiatan tersebut, Yoga Murdana (22) mengatakan, pelatihan dimulai pada Rabu (19/1). Hari itu, peserta dan 6 panitia menginap di pos pendakian Desa Kedungudi.

Menurutnya, pendakian baru digelar keesokan harinya, Kamis (20/1) sekitar pukul 09.00/10.00 WIB. Para peserta menjalani berbagai pelatihan di Gunung Penanggungan hingga Sabtu (22/1) sore. Mereka lantas turun melalui puncak bayangan di jalur Tamiajeng.

"Kami memilih jalur Kedungudi karena jalurnya lebih sepi, kami ingin mengenalkan jalur ini ke para peserta sekaligus mengenalkan candi-candinya. Jalur ini juga lebih dekat dengan Lembah Kemuncak yang bagus untuk berkemah," kata Yoga kepada detikjatim, Minggu (23/1/2022).

Humas Ubaya Hayuning menjelaskan, 12 peserta Mapaus Adventure Training berangkat dari Kampus II Ubaya ke tempat perkemahan kawasan Perhutani, Trawas, Mojokerto pada Rabu (19/1). Mereka berkemah di tempat itu sampai Kamis (20/1).

Baca juga: Sebelum Meninggal, Mahasiswa Ubaya Terjungkal 3 Kali di Gunung Penanggungan

"Setelah itu, dilanjutkan pendakian ke Gunung Penanggungan melalui jalur Kedungudi," terangnya.

Kapoksek Trawas AKP Didit Setiawan membenarkan para peserta Mapaus Adventure Training mendaki Gunung Penanggungan sejak Kamis (20/1). Setelah menjalani diklat SAR, 12 peserta dan 7 panitia turun gunung pada Sabtu (22/1) malam.

"Naiknya dari Desa Kedungudi, turun di Desa Tamiajeng," tandasnya.

Erfando tiga kali terjungkal di bawah puncak bayangan, di atas pos 4 jalur pendakian Tamiajeng dalam perjalanan turun gunung pada Sabtu (22/1) pukul 22.00-23.00 WIB. Puncak bayangan berada di ketinggian sekitar 1.200 mdpl.

Mahasiswa Fakultas Psikologi Ubaya ini mengalami beberapa luka hingga tidak sadarkan diri. Pemuda asal Kelurahan Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya ini meninggal dunia di lokasi sekitar pukul 00.00 WIB. Dibantu Tim SAR jalur pendakian Tamiajeng, jenazahnya dievakuasi dari lokasi.

Jasad Erfando tiba di Puskesmas Trawas sekitar pukul 04.00 WIB. Jenazah korban lantas dipindahkan ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi akan membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo untuk diautopsi.



Simak Video "Jalur Pendakian Kuno di Puncak Gunung Penanggungan Peninggalan Kerajaan Airlangga, Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)