Sebelum Meninggal, Mahasiswa Ubaya Terjungkal 3 Kali di Gunung Penanggungan

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Minggu, 23 Jan 2022 14:34 WIB
mahasiswa ubaya meninggal saat mendaki Gunung Penanggungan Mojokerto
Jenazah mahasiswa Ubaya diperiksa/(Foto file: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Surabaya -

Erfando Ilham (19) meninggal di atas pos pendakian 4 Gunung Penanggungan, Mojokerto. Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) itu sempat terjungkal 3 kali dalam perjalanan turun dari puncak bayangan sehingga mengalami beberapa luka.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan pihaknya telah menggali keterangan dari 4 saksi terkait meninggalnya Erfando. Para saksi adalah teman korban dan ketua rombongan dalam kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Ubaya (Mapaus) Adventure Training. Mapaus merupakan unit kegiatan mahasiswa Ubaya.

"Menurut keterangan para saksi, sebelum meninggal, korban sempat terpeleset dan jatuh sebanyak tiga kali," kata Andaru kepada detikjatim, Minggu (23/1/2022).

Insiden yang dialami Erfando, lanjut Andaru, terjadi di bawah puncak bayangan Gunung Penanggungan pada Sabtu (22/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Puncak bayangan pada ketinggian sekitar 1.200 mdpl. Saat itu, korban dan teman-temannya dalam perjalanan turun menuju pos 4 di jalur pendakian Tamiajeng, Trawas, Mojokerto.

Andaru menjelaskan, korban masih bisa berjalan sendiri untuk melanjutkan perjalanan turun gunung setelah terungkal yang pertama dan kedua. Erfando baru tidak sadarkan diri setelah terjatuh untuk ketiga kalinya sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pertama terpleset terbentur batu dan luka lecet di jari dan tangan sebelah kiri, terpleset kedua terkena kayu dan mengalami goresan di perut sebelah kiri, yang ketiga kalinya korban sudah mengalami kondisi kurang sadar," terangnya.

Melihat Erfando tidak sadarkan diri, sejumlah temannya berupaya memberi pertolongan pertama. Mereka juga meminta bantuan Tim SAR dari jalur pendakian Tamiajeng. Namun, nyawa mahasiswa asal Kelurahan Sidotopo Wetan, Kenjeran, Surabaya tidak bisa diselamatkan.

"Sekira pukul 00.00 WIB korban meninggal dunia di jalur pendakian di atas pos 4 di bawah puncak bayangan Gunung Penanggungan," ungkap Andaru.

Evakuasi jenazah Erfando dibantu Tim SAR jalur pendakian Tamiajeng. Jenazah mahasiswa Fakultas Psikologi Ubaya ini tiba di Puskesmas Trawas dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB. Jenazahnya dipindahkan ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto setelah polisi bersama petugas medis melakukan visum luar.

"Hasil visum luar di Puskesmas Trawas, luka-luka akibat terjatuh itu ada semua pada tubuh korban," jelas Andaru.

Untuk mengungkap penyebab meninggalnya Erfando, tambah Andaru, jenazah korban akan diautopsi di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo. "Autopsi untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Kami masih menunggu janjian dengan dokternya," tandasnya.

Erfando menjadi satu dari 12 peserta Mapaus Adventure Training Ubaya yang digelar 19-23 Januari 2022. Salah satu pelatihan tersebut dengan mendaki Gunung Penanggungan.



Simak Video "Jalur Pendakian Kuno di Puncak Gunung Penanggungan Peninggalan Kerajaan Airlangga, Mojokerto"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)