Banjir Landa 5 Desa di Jombang, Sudah 2 Hari Belum Surut

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 22 Jan 2022 12:59 WIB
Selain Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, banjir juga melanda 5 desa lainnya di Kabupaten Jombang dalam dua hari terakhir. Banjir mengepung permukiman penduduk dan merendam 188 hektare lahan pertanian milik warga.
Banjir di Dusun Gebangsari, Desa Trawasan, Jombang/Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang -

Selain Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, banjir juga melanda 5 desa lainnya di Kabupaten Jombang dalam dua hari terakhir. Banjir mengepung permukiman penduduk dan merendam 188 hektare lahan pertanian milik warga.

Seperti yang terjadi di Desa Trawasan, Kecamatan Sumobito, Jombang. Di kampung ini, banjir melanda Dusun Gebangsari dan Trawasan. Saat ini, ketinggian air sekitar 30 cm. Masyarakat memilih bertahan di rumah masing-masing.

Warga Dusun Gebangsari Abdul Kholik (81) mengatakan, banjir terjadi sejak Kamis (20/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Menurutnya, ketinggian air yang merendam permukiman penduduk sempat mencapai 70 cm.

Selain Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, banjir juga melanda 5 desa lainnya di Kabupaten Jombang dalam dua hari terakhir. Banjir mengepung permukiman penduduk dan merendam 188 hektare lahan pertanian milik warga.Banjir di Dusun Gebangsari, Desa Trawasan, Jombang/ Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

"Sudah langganan banjir, setiap tahun karena luapan Sungai Tenggor," kata Kholik kepada wartawan di lokasi, Sabtu (22/1/2022).

Selama dua hari, lanjut Kholik, banjir belum pernah benar-benar surut. Bantuan dari pemerintah hanya datang berupa 6 bungkus mi instan pada Jumat (21/1). Ia berharap pemerintah mampu menuntaskan masalah banjir yang rutin terjadi.

"Seharusnya pemerintah tahu bagaimana caranya mengatasi banjir," ujarnya.

Begitu juga yang disampaikan Ahmad Syamsudin (35), warga Dusun Gebangsari. Menurutnya, banjir sejak Kamis malam itu sempat memburuk pada Jumat (21/1) malam sampai pagi. Ketinggian air yang merendam permukiman penduduk sempat mencapai 100 cm.

"Banjir di sini sudah sering karena meluapnya Sungai Tenggor, sudah bertahun-tahun," ungkapnya.

Selama dua hari dikepung banjir, Syamsudin mengaku baru sekali menerima bantuan 6 bungkus mi instan dari Pemerintah Desa Trawasan kemarin sore. Menurutnya, bantuan tersebut belum mencukupi kebutuhan keluarganya. Di lain sisi, mobilitas warga terganggu banjir.

"Bantuan kemarin sore mi enam bungkus dari pemerintah desa. Satu hari dimasak, dimakan bersama sudah habis. Kami tidak bisa keluar rumah karena kalau pakai sepeda motor mogok kena banjir," jelasnya.

Berdasarkan data yang dirilis BPBD Jombang, banjir hari ini masih melanda 5 desa di 4 kecamatan. Yaitu Desa Talunkidul dan Trawasan di Kecamatan Sumobito, Desa Pesantren di Kecamatan Tembelang, Desa Tugusumberjo di Kecamatan Peterongan, serta Desa Jombok di Kecamatan Kesamben.

Banjir di Dusun Balongsono, Desa Talunkidul saat ini 20-30 cm. Banjir mengepung 139 rumah penduduk dan merendam 29 hektare sawah yang 21 hektar di antaranya ditanami padi.

Banjir di Dusun Trawasan dan Gebangsari, Desa Trawasan saat ini 15-30 cm. Sedikitnya 11 rumah warga dan 79 hektare tanaman padi milik warga terdampak banjir. Di Dusun Kedonglempok, Desa Pesantren, banjir saat ini 10-30 cm. Selain mengepung 50 rumah penduduk, banjir juga merendam 19 hektare sawah.

Ketinggian air di Dusun Ngudi, Desa Tugusumberjo saat ini 5-20 cm. Hanya 6 rumah warga yang terdampak. Namun, luas tanaman padi yang terendam mencapai 61 hektare. Sedangkan di Dusun Beluk, Desa Jombok, banjir tinggal 10 cm.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevie Maria menjelaskan banjir di Desa Trawasan, Pesantren, Tugusumberjo dan Jombok akibat luapan Sungai Ngotok. Sedangkan di Desa Talunkidul dipicu meluapnya Sungai Gunting.

Selain Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, banjir juga melanda 5 desa lainnya di Kabupaten Jombang dalam dua hari terakhir. Banjir mengepung permukiman penduduk dan merendam 188 hektare lahan pertanian milik warga.Banjir di Dusun Gebangsari, Desa Trawasan, Jombang/ Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom

Menurutnya, banjir di lima desa tersebut tak kunjung benar-benar surut lantaran debit air kedua sungai masih tinggi. "Dua sungai tersebut debitnya masih tinggi, tapi saat ini ada tren penurunan. Selain itu, juga karena saluran pembuangannya agak ribet," jelasnya.

Hingga siang ini, tambah Stevie, belum ada warga yang mengungsi. Pihaknya juga belum mendirikan dapur umum.

"Sudah kami komunikasikan dengan pemerintah desa masing-masing, masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing," pungkasnya.



Simak Video "Dahsyatnya Banjir di Afrika Selatan Hingga Tewaskan 341 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/iwd)