Khofifah Jelaskan Penanganan Kasus COVID-19 di Sekolah

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 21 Jan 2022 19:21 WIB
Kasus COVID-19 muncul di sekolah. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan penanganan kasus COVID-19 di sekolah.
Gubernur Khofifah/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang -

Kasus COVID-19 muncul di sekolah. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan penanganan kasus COVID-19 di sekolah.

Khofifah mengatakan, ada penguatan tracing, testing dan treatment terhadap kontak erat, apabila ditemukan kasus COVID-19 di sekolah. Titik-titik yang teridentifikasi langsung dilakukan tracing.

"Kemudian ada beberapa sekolah yang akhirnya sudah diputuskan melakukan PJJ (pembelajaran jarak jauh)," ujar Khofifah kepada wartawan usai meninjau pasar murah di Kantor PCNU Kota Malang, Jumat (21/1/2022).

Menurut Khofifah, pelajar tertular COVID-19 dari keluarganya. Sebagai perlindungan terhadap pelajar lain, maka tracing dan testing dilakukan untuk seluruh pelajar dalam satu kelas.

"Kejadian pada satu anak, anak ini dari keluarganya. Bahwa untuk kepentingan perlindungan kepada semuanya sama dengan yang terjadi di Surabaya, kejadiannya satu anak di SMK 22 dan di SMK 7 sama satu anak," tuturnya.

"Hingga satu kelas di-swab semua. Setelah satu kelas di-swab, alhamdulillah di SMK 7 negatif, gurunya juga di-swab negatif. anak itu dari kelompok belajar juga di-swab. Jadi tracing-nya harus detail," sambungnya.

Tracing kemudian mengungkap bahwa penularan dari anggota keluarga terdekat. Kemudian ada transmisi menularkan virus kepada siswa tersebut.

"Nah dari proses perjalanan anggota keluarga itu, ini kan satu rumah kemudian dari anggota keluarga dan kemudian melakukan transmisi ke putrinya yang terkonfirmasi (COVID-19) dari sekolah itu," terangnya.

Khofifah memastikan, pembelajaran tatap muka akan tetap berjalan. Namun, jika ada siswa yang positif COVID-19, maka satu kelasnya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau daring.

"Kalau ada anak terkonfirmasi, maka akan diberlakukan PJJ (pembelajaran jarak jauh). Kalau misalnya di SMA Negeri 22 Surabaya, satu kelas di-swab. Kelas-kelas lain tetap PTM. Tapi di kelas yang bersangkutan tetap daring," tambahnya.

Kasus COVID-19 muncul di lembaga pendidikan Kota Malang. Sebanyak 37 pelajar dan tenaga pendidik harus menjalani isolasi mandiri di salah satu gedung sekolah.



Simak Video "Masuk Daftar Tracing Kontak Erat, Siswa Ini Malah Nekat Sekolah"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)