Sidak di Malang, Khofifah Minta Ritel Modern Maksimalkan Stok Minyak Goreng

Muhammad Aminudin - detikJatim
Jumat, 21 Jan 2022 14:11 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengecek harga dan stok minyak goreng di Kota Malang. Ia bersama Wali Kota Sutiaji menemukan stok minyak goreng yang tak maksimal di ritel modern.
Gubernur Khofifah (kerudung biru) usai sidak harga dan stok minyak goreng di Kota Malang/Foto: Muhammad Aminudin/detikcom
Malang -

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengecek harga dan stok minyak goreng di Kota Malang. Ia bersama Wali Kota Sutiaji menemukan stok minyak goreng yang tak maksimal di ritel modern.

Awalnya, Khofifah mendatangi dua ritel modern di Kota Malang. Yakni di Jalan Terusan Dieng dan Jalan Raya Langsep.

"Kita temukan di Superindo ternyata ada ibu-ibu akan membeli minyak goreng, dan sudah keliling ke tiga toko. Ini ritel modern ya, dan di sana ketersediaannya sudah habis," ujar Khofifah kepada wartawan usai sidak, Jumat (21/1/2022).

"Nah itu akan dikoordinasikan dengan Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) bahwa pasokan ke ritel-ritel modern harus bisa dimaksimalkan, dipastikan bahwa barang ini ada," sambungnya.

Khofifah menegaskan, stok minyak goreng aman sampai enam bulan ke depan, dengan harga standar Rp 14 ribu per liter untuk merek apapun.

Ia mengaku, titik-titik aglomerasi menjadi penting untuk dilakukan pengecekan harga dan stok. Langkah ini untuk mengendalikan stabilitas harga komoditas tertentu.

"Aglomerasi Surabaya kemarin saya turun, sekarang ke aglomerasi Malang. Karena ini menjadi episentrum dari proses stabilisasi harga dan pengendalian inflasi," terangnya.

"Kalau untuk pasar tradisional diberi kesempatan penyesuaian sampai seminggu dari tanggal 19 Januari. Sehingga setelah seminggu dari tanggal 19, harga minyak goreng ini benar-benar satu harga, yakni Rp 14 ribu per liter," tambahnya.

Wali Kota Malang Sutiaji berharap, ritel modern segera menyesuaikan kebijakan pemerintah terkait harga minyak goreng dan ketersediaan stok.

"Kasihan kepada masyarakat kita semua. Kalau di pasar, saya kira sudah ada batas toleransi. Jadi Ibu Gubernur dan kami mengecek di lapangan dan ternyata itu bukan rumor. Karena ada memang tadi masyarakat bilang 'Pak di sana habis'. Lah, tadi kok ada. Ya karena mungkin mau ada peninjauan," ujar Sutiaji.

Sutiaji telah meminta dinas terkait untuk memantau ketersediaan stok minyak goreng. Sehingga masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan minyak goreng dengan mudah.



Simak Video "Harga Melonjak, Stok Minyak Goreng di Pasar Wates Masih Langka"
[Gambas:Video 20detik]
(sun/fat)