Khofifah Minta Warga Tak Panic Buying Soal Minyak Goreng: Stok Aman

Tim detikcom - detikJatim
Kamis, 20 Jan 2022 16:37 WIB
gubernur khofifah
Gubernur saat sidak ke salah satu toko ritel di Surabaya (Foto: Dok. PMK Surabaya)
Surabaya -

Pemerintah menerapkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng kemasan dengan harga Rp 14.000 mulai kemarin, Rabu (19/1). Sebanyak 250 juta liter minyak goreng disediakan pemerintah setiap bulannya selama jangka waktu 6 bulan ke depan.

"Tidak usah panic buying sehingga berupaya memborong sebanyak-banyaknya. Stok aman, insyaallah tercukupi," ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat sidak ke sejumlah toko ritel di Sidoarjo, Kamis (20/1).

Khofifah menyebut bahwa kebijakan minyak goreng satu harga merupakan upaya lanjutan pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau. Tujuannya, untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha ultra mikro dan mikro.

Penyediaan minyak goreng dengan satu harga ini, kata Khofifah, dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Sedangkan untuk pasar tradisional diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian.

gubernur khofifahGubernur Khofifah minta warga tak panic buying membeli minyak goreng (Foto: Dok. PMK Surabaya)

"Pembelian memang dibatasi agar ketersebarannya bisa merata. Jadi kami mohon kepada masyarakat juga untuk bisa mengerti dan membeli hanya sesuai keperluan atau kebutuhan," ujarnya.

Pemprov Jatim sendiri, kata Khofifah, sebelumnya telah menggelontorkan 75.000 liter minyak goreng untuk operasi pasar di sejumlah daerah. Harga minyak goreng ditambah disubsidi pemerintah provinsi di beberapa titik sehingga hanya dibandrol Rp 12.000/kantong isi 1 liter. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat serta stabilisasi harga minyak goreng di Provinsi Jatim.

Khofifah berharap intervensi stabilisasi harga minyak goreng dari Pemerintah Pusat dapat menstabilkan harga jual minyak goreng bagi masyarakat umum. Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait efektivitas program ini di lapangan.

"Semoga dalam waktu dekat harga minyak goreng bisa stabil sepenuhnya. Terlebih, tidak lama lagi memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri," imbuhnya.

Sementara itu, dari hasil sidak di lapangan sejumlah toko ritel di Sidoarjo Khofifah mengungkapkan bahwa stok minyak goreng mencukupi dengan harga standar 14.000/ liter. Pun, dengan harga yang telah menyesuaikan standar harga yang ditetapkan pemerintah untuk merk apapun.

"Hanya kemarin sempat terjadi pembelian dalam jumlah besar jadi ada yg kehabisan stok. Tetapi tadi malam sudah kembali di suplai sehingga aman," pungkasnya.



Simak Video "Tim Gabungan Polri-Kemenperin Sidak Pabrik Minyak Goreng di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)