Kasus DBD Naik, Permintaan Trombosit di Ponorogo Meningkat

Charoline Pebrianti - detikJatim
Jumat, 21 Jan 2022 10:06 WIB
jumlah permintaan trombosit di ponorogo naik karena meningkatnya penderita dbd
Jumlah permintaan kantong trombosit naik seiring meningkatnya pasien DBD Foto: Charoline Pebrianti
Ponorogo -

Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo setiap harinya harus memenuhi permintaan 10 hingga 15 kantong trombosit. Meningkatnya permintaan trombosit dikarenakan meningakatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditemukan di bumi reog.

Kabag Pelayanan UTD PMI Ponorogo Sunarmi merinci selama bulan Desember ada 162 permintaan kantong trombosit. Untuk awal Januari ini ada 10 hingga 15 kantong trombosit permintaan dari rumah sakit.

"Bisa dihitung berapa kantong trombosit yang sudah kami keluarkan bulan ini," terang Sunarmi kepada wartawan, Jumat (21/1/2022).

Menurut Sunarmi, permintaan trombosit yang meningkat atau trombocit concentrate seiring dengan banyaknya kasus DBD di Ponorogo. Trombosit biasanya dibutuhkan untuk pasien yang kadar trombositnya rendah.

"Transfusi biasanya diberikan kepada pasien yang kadar trombositnya rendah," imbuh Sunarmi.

Sunarmi menambahkan saat ini keluarga pasien biasanya langsung sadar pentingnya donor darah. Sehingga saat dibutuhkan oleh pasien, keluarga sudah siap terutama yang golongan darah sama.

"Proses untuk memisahkan whole blood ke trombosit membutuhkan waktu 2 jam," tandas Sunarmi.

Saat ini, di UTD PMI Ponorogo ada 6 kantong trombosit golongan darah A, golongan darah B ada 4 kantong, golongan darah O ada 4 kantong dan golongan darah AB ada 3 kantong.

Sunarmi menerangkan kala KLB DBD terjadi di Ponorogo permintaan trombosit tembus 330 kantong per bulan. Dia pun berharap tidak ada lonjakan kasus DBD di Ponorogo. Saat tak ada kasus DBD, biasanya permintaan trombosit nihil.

"Saya berharap kasus DBD segera menurun," tukas Sunarmi.

Sementara, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Ponorogo Andy Nurdiana menambahkan DBD merupakan penyakit endemis, waktu tertentu bisa jadi lonjakan kasus.

"Karena cuaca yang tidak stabil, panas sebentar kemudian hujan terus menerus memberi kesempatan nyamuk berkembang biak," pungkas Andy.



Simak Video "Perhatikan Gantungan Bajumu, Nyamuk Suka dengan Bau Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)