Semangat Guru Naik Backhoe Seberangi Jalur Lahar Semeru Demi Bisa Ngajar

Nurhadi Wicaksono - detikJatim
Rabu, 19 Jan 2022 21:35 WIB
guru di lumajang naik backhoe demi bisa ngajar
Guru di Lumajang naik backhoe demi bisa ngajar (Foto: Nurhadi Wicaksono)
Lumajang -

Semangat pantang menyerah para guru SDN 03 Jugosari mengajar patut ditiru. Bagaimana tidak, Mereka tetap berangkat mengajar meskipun harus menyeberangi jalur lahar Gunung Semeru dengan ekskavator.

Para guru itu rela naik alat berat karena jembatan di sungai Regoyo desa Jugosari kecamatan Candipuro terputus sejak erupsi Gunung Semeru menerjang. Akibat bencana itu, puluhan murid-muridnya sudah sejak dua pekan terisolir dan tidak mendapatkan pelajaran.

Eriawati, salah satu guru menyebut mereka rela melakukan hal tak lazim itu karena para murid-murid tidak berani naik menyeberangi sungai dengan naik alat berat. Sehingga, ia dan para guru lainnya memilih untuk menyeberangi sungai yang berarus deras itu.

"Kami terpaksa menyeberangi aliran lahar Gunung Semeru karena jembatannya terputus. Anak anak tidak berani menyeberang sehingga para guru yang mendatangi ke seberang sungai," ujar salah satu guru Eriawati kepada detikJatim Rabu (19/1/222).

Menurut Eriawati, selama ini, murid-muridnya itu belajar di tempat darurat di salah satu warga. Kehadiran mereka yang rela menyeberangi sungai dengan alat berat ternyata sangat ditunggu dan disambut meriah murid-muridnya.

Di SDN Jugosari 03 ini, tercatat ada 33 siswa. Mereka terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6. Para siswa ini berharap jembatan yang menghubungkan Dusun Sumberlangsep ke sekolahnya di Jugosari itu segera diperbaiki.

"Sudah 2 minggu belajar di sini karena jembatannya rusak akibat banjir. Harapannya segera diperbaiki sehingga bisa datang ke sekolah, kata Zahira, salah satu siswi SDN Jigosari 03.



Simak Video "Waspada! Semeru Masih Berpotensi Luncurkan Lahar Dingin dan Awan Panas"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)