Gerah di Saat Kemarau, Yuk Ngadem di Kali Odo Semarang

Gerah di Saat Kemarau, Yuk Ngadem di Kali Odo Semarang

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 30 Agu 2026 06:03 WIB
Potret Kali Odo di Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) sore.
Potret Kali Odo di Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) sore. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Semarang -

Kali Odo yang mengalir di Tuntang, Kabupaten Semarang ini sangat unik. Airnya justru melimpah saat musim kemarau. Sebaliknya, saat musim hujan, mata airnya justru mengering.

Tak heran tempat ini menjadi jujukan wisatawan saat musim kemarau. Sebab, saat daerah lain mulai terlihat gersang, kawasan Kali Odo justru terlihat segar.

Pantauan detikJateng di lokasi pada Jumat (28/8/2026), puluhan wisatawan datang silih berganti datang sejak siang hingga sore hari. Mereka kebanyakan datang berkelompok, seperti teman sepermainan hingga keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk masuk ke lokasi wisata ini, masing-masing pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 5 ribu. Jika membawa kendaraan, ada biaya parkir Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

ADVERTISEMENT

Objek utama di tempat wisata ini yakni sebuah kolam besar dan luas yang diberi sekat. Airnya berasal dari mata air alami yang keluar melalui sejumlah titik di sungai tersebut.

Para pengunjung pun punya preferensi sendiri dalam menikmati Kali Odo. Seperti misalnya ada yang memilih berenang dan terjun bebas ke kolam dalam, ada pula yang hanya berendam di kolam yang relatif lebih dangkal.

Air di sungai kaki Gunung Merbabu ini punya bau khas alami yang sudah tercium dari kejauhan dan terasa menyegarkan. Warnanya biru kehijauan dan bening, sehingga detikers bisa melihat dasar sungai tersebut.

Sejumlah warung yang menyediakan aneka minuman dan makanan juga berdiri di lokasi ini. Harganya pun relatif murah, sehingga wisatawan yang ingin sekadar bersantai atau menuntaskan lapar usai berenang tak perlu khawatir dompetnya jebol.

Secara umum, suasana di Wisata Kali Odo ini sejuk. Banyaknya pepohonan besar dan rindang di sekitar lokasi seolah menjadi atap atau peneduh alami objek wisata ini.

Seorang pengunjung dari Tuntang yang mengaku bernama Widodo (33) datang bersama buah hatinya yang masih berusia lima tahun. Ia sengaja datang selepas bekerja untuk mengajari anaknya berenang.

"Pulang kerja langsung ke sini, ngajarin anak renang," kata Widodo kepada detikJateng, Jumat (28/8/2026).

Sudah sekitar satu tahun Widodo rutin datang ke Wisata Kali Odo. Ia mengaku senang mengajari buah hatinya berenang di sini karena suasana alami dan fasilitas tambahan yang disediakan.

"Dari setahunan lalu hampir setiap minggu dateng ke sini, seringnya sama anak, atau pas ada saudara datang ya saya ajak ke sini," ujar Widodo.

"Tempatnya enak, teduh banyak pohon. Airnya kan juga alami mengalir terus, di sini juga bisa sewa ban dalam. Jadi nyaman aja ngajarin anak renang di sini daripada di kolam renang yang umum itu," tambahnya.

Pengunjung lain yang mengaku berkuliah di UIN Salatiga bernama Lovina (22), juga terlihat datang bersama tiga orang temannya. Sambil berendam dan bersenda gurau, mereka terlihat sesekali mengabadikan momen kebersamaan itu menggunakan ponsel tahan air.

Lovina menuturkan bermain di Kali Odo sudah menjadi kebiasaannya sejak dua tahun lalu setiap menjelang akhir pekan. Belakangan, ia bersama teman-temannya makin sering datang saat kebuntuan mengerjakan skripsi melanda.

"Sering banget sudah dua tahun lah kalau Jumat sore dateng ke sini renang sama temen-temen. Sekarang apalagi, kalo ngerjain skripsi stuck pasti ngajak " ucap Lovina kepada detikJateng.

Sebagai mahasiswi, Lovina setidaknya punya dua alasan kuat untuk datang ke Kali Odo, yakni lokasinya yang dekat dengan kos dan biayanya yang menurutnya murah.

"Deket banget sama kosku, jalan kaki 15 menit juga sampai. Terus murah banget tiketnya, jajannya juga," jelas Lovina.

Sementara itu, Pengurus Wisata Kali Odo, Agung Sulistiono mengatakan tempat wisata ini sudah dirintis sejak 2017 silam. Namun, pengunjung baru mulai ramai berdatangan pascapandemi Covid-19.

"Setelah pandemi itu baru mulai ramai. (Dalam sehari) kalau hari biasa itu 100-150 pengunjung bisa, kalau weekend pasti bisa sampai 500 lebih," kata Agung kepada detikJateng.

Agung mengungkapkan mulanya pemuda desa dibantu tokoh setempat hanya berniat membuat Kali Odo lebih bagus dan terawat. Namun seiring berjalannya waktu, tempat ini justru ramai wisatawan dan menjadi jalan rezeki bagi warga setempat.

Potret Kali Odo di Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) sore.Potret Kali Odo di Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) sore. Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng

"Kita sebenarnya cuman kayak enggak terlalu niat bikin wisata, cuman kita niatnya membuat tempat yang bagus gitu, sukur-sukur bisa banyak orang yang ke sini," ucap Agung.

"Tapi kan di balik itu desa-desa lain mereka sudah punya wisata sendiri. Jadi kayak kita ya temu lah, temu tempat terus kita rawat gitu. Jadi kita kembangin aja. Alhamdulillahnya bisa menjadi ladang rezeki buat warga desa, buat orang-orang di sini, ya membantu perekonomian warga," tambahnya.

Agung menuturkan Wisata Kali Odo buka pada pukul 07.00 - 18.00 WIB. Kebanyakan pengunjung yang dari luar kota berasal dari Kota Semarang.

"Rata-rata (pengunjung dari) Kota Semarang. Yang jauh-jauh pernah saya tanya itu ada yang dari Bandung, Bogor. Mungkin mereka habis ada urusan kerjaan atau liburan keluarganya daerah sini, mereka mampir ke sini," ujar Agung.

Menurut Agung, daya tarik utama objek wisata air alami ini yaitu tidak bisa buka sepanjang tahun. Pasalnya saat musim penghujan, menurut Agung, sungai ini akan kering kerontang.

"Bukanya bulan kemarau. Biasanya mendekati bulan puasa itu airnya baru keluar. Nanti bertahannya itu kita 7 bulan itu sudah sangat bagus di sini, emang itu setiap tahun begitu. Jadi kita kayak prediksinya itu pasti keluar di mendekati bulan puasa kan pasti kemarau," ungkap Agung.

"Saat musim penghujan, bisa bisa nggak ada sama sekali airnya. Benar-benar kering dan mata air itu nggak mau sama sekali keluar. Adapun hujan itu kayak air cuman lewat," tambahnya.

Kedalaman kolam di Kali Odo juga bervariasi antara 30 - 170 sentimeter. Sehingga menurut Agung, tempat wisata ini juga ramah bagi anak-anak.



(ahr/alg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads