Pemugaran Candi Mendut Ditarget Kelar Sebelum Waisak Tahun Depan

Eko Susanto - detikJateng
Jumat, 07 Agu 2026 12:34 WIB
Prosesi doa bersama sebelum dimulainya pemugaran Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jumat (7/8/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Rehabilitasi atau pemugaran Candi Mendut, Kabupaten Magelang, ditargetkan selesai sebelum Waisak 2027. Diharapkan saat Waisak 2027 pada bulan Mei, Candi Mendut sudah bisa digunakan meski izin penutupan sampai bulan Agustus 2027.

Proses pemugaran tahap kedua Candi Mendut diawali dengan doa bersama, yang dilakukan di pelataran Candi Mendut.

Yang mana dalam doa bersama mengawali prosesi pemugaran dilakukan tokoh umat Buddha dan muslim. Kemudian, dilakukan blessing atau pemberkatan mengelilingi Candi Mendut oleh Bhante Pabbokaro.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Riris Purbasari, mengatakan pemugaran Candi Mendut tahap kedua meneruskan dari yang tahap pertama untuk mengatasi kebocoran. Selain itu, ada bagian dinding yang agak menggembung.

"Tujuan pemugaran ini untuk mengatasi hal-hal tersebut," kata Riris kepada wartawan di Candi Mendut, Jumat (7/8/2026).

Teknis pemugaran, kata Riris, pihaknya sudah memasang perancah (scaffolding) saat pemugaran tahap satu. Perancah itu masih digunakan lantaran di bagian atap candi masih ada air yang merembes masuk ke bilik.

"Sehingga penanganannya kita harus dari atas. Ternyata konstruksi atap itu sudah disemen, jadi harus membongkar semen-semen. Batu-batu asli masih banyak (sebelah utara) tahap satu telah mempersiapkan bentuk atap," jelasnya.

"(Waktu pemugaran) Kalau waktu kita diberi satu tahun. Tapi, kami upayakan nanti Waisak sudah bisa digunakan kembali. (Mei bisa digunakan) Insyaallah, semoga, minta doa restu dari seluruh masyarakat pekerjaan bisa berjalan lancar, tidak ada kendala jadi nanti Waisak sudah bisa digunakan kembali," tambah Riris.

Saat ditanya mengenai potensi umat Buddha masih datang beribadah saat proses pemugaran, ia menekankan bahwa area bakal ditutup total. Riris menegaskan unsur keselamatan harus ditutup total.

"Jadi sebaiknya ya kita tutup seratus persen untuk pemanfaatan supaya kami bisa bekerja dengan optimal. Iya (clear area)," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Koordinator Museum dan Cagar Budaya Unit Warisan Dunia Borobudur, Wiwit Kasiyati mengatakan pekerjaan rehabilitasi ini akan dilakukan sampai malam hari.

"Memang dikejar sampai malam supaya durasi kurang dari satu tahun bisa terwujud. Sehingga nanti Waisak sudah bisa selesai dan bisa dipakai untuk ibadah," kata Wiwit.

"Karena Waisak ini terasa banget di masyarakat sekitar Mendut manfaat ekonominya," imbuhnya.

Setelah selesai dipugar, kata Wiwit, nantinya secara fisik akan ada perubahan.

"Karena stupa di atas akan terpasang. Teman-teman telah melakukan susun coba ternyata ditemukan dan bagian penampil depan (ditemukan) sehingga akan tampak lebih cantik," paparnya.

"Setelah (selesai) akan kita manfaatkan bersama dengan Dinas Pariwisata. Insyaallah kunjungan sampai malam hari akan kami siapkan. Karena kami sudah punya instalasi lampu (diperbaiki)," tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Farnia Berliani Sri Tulodho, berujar pihaknya mendukung pemugaran Candi Mendut yang tengah dilangsungkan.

"Harapannya nanti dengan direhab ini, kemudian akan menjadi lebih baik, lebih bagus, meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magelang. Juga meningkatkan lama tinggal, kemudian juga ada rencana dibuka untuk event-event di malam hari," kata Farnia.

Ketua Paguyuban Pedagang Candi Mendut, Zulfiati, menjabarkan selama pemugaran, kompensasi yang akan diterima antara lain kios digunakan para pekerja.

"Terus pedagang souvenir menyediakan catering sehari tiga kali. Itu kurang lebih 50 orang," katanya.

"Yang tidak masuk (menyediakan) catering, kios buat warung dadakan (jualan makanan) untuk malam hari. Ada 76 pedagang dikurangi di bagian depan 14 orang (tetap jualan). Yang laki-laki bekerja harian lepas (ikut proyek 15 orang)," tambah dia.



Simak Video "Video: Ribuan umat Buddha mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur"

(apu/ahr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB