Sepinya Grojogan Sewu Bikin Banyak Kios Tutup

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 04 Jul 2026 19:46 WIB
Suasana ruko pedagang di area parkiran loket pintu I Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Karanganyar -

Suasa wisata di kawasan air terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar kini tak seramai dulu. Bahkan memasuki akhir pekan, banyak kios yang memilih untuk tutup.

Kunjungan wisatawan yang terus turun disebut berdampak pada perekonomian pedagang di area parkiran loket pintu I Grojogan Sewu. Hal itulah yang membuat sejumlah kios memilih tutup meski sudah masuk akhir pekan dan masa libur sekolah.

Beberapa di antaranya masih buka, seperti lapak toko buah, toko pakaian, dan pusat oleh-oleh. Beberapa atap kios yang tutup nampak dijadikan tempat bersantai sejumlah kera ekor panjang.

Terkadang, kera-kera itu juga bermain di mobil wisatawan yang tengah parkir. Beberapa di antaranya ada yang nakal, dengan menunggu kesempatan untuk bisa mencuri buah dari pedagang. Hal itu membuat pedagang lebih sibuk mengusir kera, daripada melayani pembeli.

Sejumlah pedagang lain yang buka memilih beristirahat, atau ngobrol dengan pedagang lainnya. Mereka juga mencoba menawarkan wisatawan yang melintas untuk mampir ke lapak mereka.

Suasana ruko pedagang di area parkiran loket pintu I Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (4/7/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Salah seorang pedagang, Sri Suyatmi mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat jumlah wisatawan menurun. Seperti mahalnya harga tiket.

"Kalau di sini agak turun, kalau dulu memang ramai. Kan ini karena karcis mahal, dulu kan Rp 20 ribu sekarang Rp 29.500," kata Sri kepada detikJateng, Sabtu (4/7/2026).

Dijelaskan, paska Pandemi COVID-19, wisatawan ke Grojogan Sewu begitu ramai. Semua pedagang membuka lapaknya, karena wisatawan banyak yang membeli. Kini, pedagang hanya mengandalkan hari libur untuk berdagang, dengan berharap banyak wisatawan yang datang dan berbelanja.

"Sekitar dua bulan ini (mulai pada libur). Kalau sabtu-minggu ada yang buka, tapi kalau hari biasa banyak yang memilih tutup. Kalau pedagang di rumah ada yang ke ladang, buka warung, dan ada kerja di tempat lain," jelasnya.

Alasan para pedagang memilih tutup bukan tanpa alasan. Sebab, ketika mereka berjualan, omset mereka juga menurun drastis.

"Kalau dulu, kalau ramai ya, itu bisa dapat Rp 2 juta lebih. Kalau ini Rp 500 ribu aja gak masuk selama sebulan," ucapnya.

Selain karena penurunan omset, pedagang di tengah memilih tutup juga karena banyaknya kera yang berkeliaran di kawasan lapak. Sering kali, dagangan pedagang dicuri oleh monyet.

"Kalau dulu gak masalah, kan ramai, meski monyetnya banyak tetap berani. Kalau sekarang sepi, gak ada temannya yang ikut buka, gak berani," terangnya.

Pihak pedagang telah melakukan audiensi dengan pihak Pemkab Karanganyar terkait sepinya jumlah wisatawan ke Grojogan Sewu. Dia mengatakan, dari Pemkab Karanganyar masih mencari formula untuk menaikkan minat masyarakat untuk berwisata ke Grojogan Sewu.

"Kita komunikasi bagaimana kemajuan wisata Grojogan Sewu, sehingga bakul-bakul bisa seperti dulu. Kemarin tanggal 5 (Juni) dari Dinas Pariwisata mau dikonsultasikan dulu, bagaimana supaya Grojogan Sewu bisa maju lagi. Baru musyawarah ke Kabupaten," kata dia.

Pedagang yang lain, Suyatmi menilai, wisatawan di Grojogan Sewu sebenarnya masih ada meski jumlahnya menurun. Namun akhir-akhir ini, daya beli wisatawan yang turun.

"Sebenarnya lumayan ramai, cuma daya belinya yang berkurang. Sudah sekitar 3 bulanan ini," kata Suyatmi.

Dia mengaku sudah sekitar 20 tahun berdagang di areal parkir Grojogan Sewu. Dia berharap kondisi ekonomi bisa segera kembali, dan omset para pedagang bisa kembali meningkat.



Simak Video "Video Menhub soal Kenaikan Tiket Pesawat: Range 9-13 %, Tak Boleh Lebih "

(alg/alg)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork