Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 Kota Semarang mulai digelar hari ini hingga Senin (16/2) mendatang di area sekitar Aloon-aloon Masjid Agung Semarang, Jalan Ki Narto Sabdo, Kecamatan Semarang Tengah. Antusiasme pengunjung sudah terlihat di hari pertama ini.
Pantauan detikJateng sejak sore, terlihat aneka tenan pedagang sudah memenuhi Jalan Ki Narto Sabdo. Ada aneka makanan, minuman, pakaian, aksesoris, hingga wahana permainan yang bisa dijajal di Festival Dugderan ini. Tidak ketinggalan berbagai mainan tradisioal dan legendaris juga diperdagangkan seperti gasing bambu hingga kapal otok-otok.
Di area alun-alun juga sudah disiapkan panggung hiburan dilengkapi tenda penonton untuk menghibur masyarakat. Menjelang malam, pengunjung yang berdatangan juga semakin ramai. Lorong-lorong tenan semakin terasa sesak karena dipadati ratusan orang yang ingin icip-icip jajan maupun membeli pernak-pernik lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pengunjung dari Kecamatan Tembalang, Fauzi (21) mengatakan sengaja datang ke Dugderan untuk menghabiskan sisa libur kuliah bersama teman-temannya.
"Dateng rame-rame sama teman, malam mingguan di sini sambil beli beli jajan," kata mahasiswa semester dua tersebut kepada detikJateng, Sabtu (7/2/2026).
Suasana Festival Pasar Rakyat Dugderan Kota Semarang 2026, Sabtu (7/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng |
Mahasiswa asal Riau itu mengaku baru pertama kali datang ke Dugderan. Ia merasa senang dengan suasananya.
"Meriah banget, banyak jajanan kayak seafood-seafood gitu saya suka," tutur Fauzi.
Pengunjung lain, Rohman (33) mengajak anak dan istrinya datang ke Dugderan. Ia merasa senang karena bisa menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.
"Ini anak saya dari kemarin pengen naik bianglala, kok ndilalah di sini ada. Seneng banget dia keturutan maunya," tutur warga asal Sampangan itu.
Selain mengajak anaknya bermain wahana, ia juga mencicipi kuliner yang disajikan oleh tenan di Festival Dugderan. Tak lupa, ia juga membelikan buah hatinya sebuah mainan.
"Ini sudah beli baby crab sama takoyaki, harganya juga wajar untuk di acara kayak gini. Sama ini juga beliin anak mainan barongsai mini," ucap Rohman.
Terpisah, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan Festival Pasar Rakyat Dugderan 2026 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menyebut Dugderan tahun ini menghadirkan wajah baru yang lebih kolosal dan inklusif.
"Kita mengenal Dugderan sebagai tradisi, warisan budaya, tetapi tahun ini, kami ingin Dugderan menjadi panggung inklusivitas yang melibatkan seluruh elemen masyarakat," kata Agustina dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Agustina, atraksi Rampak Bedug serta Drumband dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Dugderan tahun ini.
"Tahun ini, kami juga memberikan sentuhan seni budaya yang lebih kaya dan melibatkan penampil dari berbagai komunitas seni di Kota Semarang. Kehadiran Rampak Bedug dan Drumband PIP juga memberikan nuansa megah yang menyatukan semangat muda dan tua dalam menyambut bulan suci," jelas Agustina.
Agustina menjelaskan, kawasan Alun-alun hingga koridor Semarang Utara ditata dengan zonasi yang lebih rapi. Sepanjang Jalan Ki Narto Sabdo juga bertransformasi menjadi area bazar UMKM, sementara sisi Alun-alun Masjid Agung Semarang hingga Jalan Agus Salim dipadati dengan wahana permainan serta panggung hiburan rakyat.
Agustina berharap Dugderan dapat menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku usaha kecil. Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar meramaikan festival ini.
"Saya mengajak seluruh warga untuk datang dan merayakannya dengan penuh kegembiraan, kebersamaan, dan saling menghormati. Pesan saya, tetap jaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama perayaan. Semoga semangat Dugderan memperkuat persaudaraan, menumbuhkan toleransi, serta membawa berkah bagi masyarakat dan Kota Semarang," pungkasnya.
Baca juga: Padamnya Api Abadi Mrapen di Grobogan |
(alg/alg)

