Kunjungan Wisata Jateng Selama Nataru: Guci Turun-Kota Lama Primadona

Kunjungan Wisata Jateng Selama Nataru: Guci Turun-Kota Lama Primadona

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 02 Jan 2026 11:52 WIB
Suasana kawasan heritage Kota Lama Semarang, Kamis (25/12/2025).
Suasana kawasan heritage Kota Lama Semarang, Kamis (25/12/2025). (Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng)
Semarang -

Kota Lama masih menjadi objek wisata primadona di Jawa Tengah (Jateng). Jumlah kunjungan di Kota Lama jadi yang tertinggi di Jateng selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yakni mencapai 461 ribu wisatawan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Masrofi mengatakan, jumlah kunjungan wisatawan di Jateng selama libur Nataru meningkat 1,89 persen dibanding tahun lalu.

"Dari tanggal 20 Desember 2025 sampai dengan 1 Januari 2026 sebanyak 3,89 juta wisatawan," kata Masrofi di Kantor Disporapar Jateng, Kecamatan Semarang Timur, Kamis (2/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dibanding realisasi periode yang sama pada libur Nataru 2024-2025 mengalami kenaikan 1,89 persen. Kalau dulu 2024 (jumlah kunjungan) libur Nataru 3,82 juta," lanjutnya.

Ia menyebut, meski ada imbauan tidak merayakan Tahun Baru dengan menyalakan kembang api, tetapi keramaian terus berlangsung, terutama di Simpang Lima yang dipadati oleh masyarakat saat kegiatan berdoa bersama lintas agama.

ADVERTISEMENT

"Kabupaten/kota yang paling ramai jadi tujuan wisatanya ini Kota Semarang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kabupaten Demak, Kabupaten Rembang, dan Kota Surakarta," urainya.

"Favorit wisatawan itu ada di Kota Lama Semarang jumlah kunjungannya sebesar 461 ribu, Masjid Agung Demak 298 ribu, Makam Sunan Kalijaga 272 ribu," urainya.

Sedangkan untuk Taman Wisata Candi Prambanan ada 232 ribu wisatawan, Masjid Raya Sheikh Zayyed Solo 167 ribu, Candi Borobudur 146 ribu, Kawasan Dieng 136 ribu, Pantai Karang Jahe 111 ribu, Lawang Sewu 108 ribu, Owabong 113 ribu.

Ia mengatakan, tahun ini wisatawan lebih banyak mendatangi wisata sejarah, religi, dan disusul wisata alam. Hingga Minggu (4/1) besok, jumlah wisatawan di Jateng selama Nataru bisa mencapai 4,3-4,5 juta kunjungan.

"Kawasan Kota Lama Semarang jadi favorit itu karena tidak berbayar. Ini yang menyebabkan orang-orang tertarik untuk berkunjung ke Kota Lama. Berfoto-foto di luar, di jalan, di depan gedung kuno. Ada juga wisata kulinernya," ujarnya.

Sedangkan objek wisata Guci yang tahun lalu masih masuk ke dalam 10 objek wisata dengan kunjungan tertinggi di Jateng, tahun ini tak masuk. Namun, Masrofi membantah hal itu dikarenakan objek wisata Guci yang ditutup sebagian usai diterjang banjir bandang.

"Tidak begitu berpengaruh karena lokasi banjir bandang di Guci itu sungainya aja, yang Pancuran 13 yang terkena dampak parah. Pancuran 5 sudah diperbaiki, aman untuk wisata Nataru," tuturnya.

"(Ada penurunan?) Nggak signifikan, karena tidak ditutup total. Tidak masuk 10 besar karena yang lain pada naik, mungkin 11 besar atau 12 besar," lanjutnya.

Di sisi lain, pada libur Nataru ini, Benteng Fort Willem di Kabupaten Semarang jadi primadona baru dan tengah digencarkan Pemprov Jateng. Wisata itu menghadirkan bangunan benteng tua peninggalan kolonial Belanda terbesar di Jawa.

"Benteng Fort Willem di Ambarawa itu kita promosinya kita blow up terus, itu yang baru dan menarik ya di Benteng Fort Willem yang lokasinya di jalur daerah Rawa Pening, kelihatan di jalan," tuturnya.

Ia pun menilai, saat ini berwisata sudah seperti menjadi kebutuhan primer masyarakat. Banyak keluarga muda disebut menyisihkan uangnya dengan ditabung untuk berlibur.

"Memang liburan sekarang jadi wisata primer, bukan sekunder lagi. Tiap tahun (jumlah wisatawan) meningkat walaupun wisatanya dalam kota, menyesuaikan kondisi finansial masing-masing," kata Masrofi.




(aku/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads