Detik-detik Wasit Tarkam Jadi Bulan-bulanan Suporter di Purbalingga

Detik-detik Wasit Tarkam Jadi Bulan-bulanan Suporter di Purbalingga

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 02 Agu 2026 06:01 WIB
Referee holds a spray and a whistle during the French L1 football match between Metz (FCM) and Nantes (FCN) on February 18, 2017 at the Saint Symphorien stadium in Longeville-Les-Metz, eastern France. / AFP PHOTO / Jean Christophe VERHAEGEN
Ilustrasi wasit. Foto: AFP/Jean Christophe VERHAEGEN
Purbalingga -

Laga sepakbola antarkampung (tarkam) di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Wirasaba, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, berakhir ricuh. Wasit pertandingan dikeroyok hingga masuk rumah sakit.

Pertandingan bercampur insiden itu berlangsung Kamis (30/7). Ketua Askab PSSI Purbalingga, Uut Triyas Yanuar menceritakan detik-detik insiden itu.

Pada awalnya pertandingan berlangsung tertib. Pada menit 17 tim Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir masih sama kuat tanpa ada gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden berawal saat wasit Ridho Bekti Utomo memberikan keputusan atas pelanggaran yang terjadi di area pertahanan Gama FC.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keputusan tersebut sebenarnya dapat diterima oleh para pemain dari kedua tim.

"Tetapi kemudian manajer dan ofisial Andalas mendatangi meja pertandingan dan melancarkan protes keras karena tidak menerima keputusan wasit," kata Uut, Jumat (31/7/2026).

Situasi memanas ketika sejumlah suporter Andalas FC menerobos masuk ke lapangan dari berbagai arah. Mereka mengejar dan mengeroyok wasit utama, Ridho Bekti Utomo. Tak hanya itu, asisten wasit Rio Wahyu juga menjadi korban pelemparan botol plastik oleh orang tak dikenal hingga mengenai kepalanya.

"Berbarengan dengan proses protes itu, ketika wasit akan melanjutkan pertandingan, tiba-tiba suporter Andalas masuk ke lapangan dari beberapa penjuru dan mengejar wasit hingga terjadi pengeroyoka," ujar Uut.

Akibat pengeroyokan tersebut, Ridho mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Emanuel Klampok menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis.

Pasca-insiden pengeroyokan, perangkat pertandingan awalnya menolak melanjutkan laga demi alasan keamanan. Namun, manajemen Andalas FC mendesak panitia pelaksana (panpel) agar pertandingan tetap diselesaikan.

"Perangkat pertandingan sepakat tidak mau melanjutkan laga karena kondisi tidak kondusif. Tetapi pihak Andalas FC memaksa panpel untuk tetap melanjutkan pertandingan sampai selesai," ungkap Uut.

Laga akhirnya kembali berjalan dengan kepemimpinan wasit pengganti dari unsur TNI AU yang ditunjuk panpel. Sementara itu, dua asisten wasit dari PSSI terpaksa tetap bertugas di tengah situasi yang belum sepenuhnya aman.

Kericuhan ternyata tak berhenti di situ. Di tengah laga, protes keras kembali berlanjut hingga memaksa para perangkat pertandingan berlari mengamankan diri keluar lapangan.

Meski diwarnai kekacauan bertubi-tubi, panpel tetap melanjutkan pertandingan. Laga baru dihentikan beberapa detik setelah Andalas FC berhasil mencetak gol. Pertandingan pun resmi berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Andalas FC.



(ahr/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads