Safin Pati Minta Maaf soal Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17

Safin Pati Minta Maaf soal Tendangan Kungfu di Piala Soeratin U-17

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 29 Jul 2026 10:10 WIB
Ilustrasi sepakbola
Ilustrasi Sepakbola. Foto: Pixabay/phillipkofler
Solo -

Safin Pati Sport School meminta maaf atas kericuhan saat laga Universitas Safin Pati U-17 melawan BJL2000 U-17 di Gelora Seokarno Mojoagung. Laga itu diwarnai aksi tendangan kungfu pemain Universitas Safin Pati U-17 berinisial S ke pemain BJL2000, Rama Jangkar.

Laga tersebut digelar pada Senin (27/7) sore. Manajemen Safin Pati pun menyampaikan pernyataan resmi atas insiden tersebut. Pernyataan itu diunggah akun resmi Instagram Safin Pati Sport School. detikJateng dipersilakan mengutip pernyataan tersebut.

"Menyikapi insiden di Piala Soeratin U17 Jawa Tengah 2026 pada Senin (27/7/2026) sore, atas nama manajemen dan keluarga besar Safin Pati Sports School, kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Mas Rama Jangkar, keluarga besar tim BJL 2000, PSSI selaku federasi sepakbola di Tanah Air, dan seluruh pecinta sepakbola," tulisnya seperti dikutip detikJateng, Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Safin Pati Sports School menyatakan tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam sepakbola bola.

"Bahwa Safin Pati Sports School tidak mentolerir segala bentuk kekerasan dalam sepakbola. Kami dalam pembinaan tidak hanya mengedepankan kemampuan dari sisi sepakbola saja, namun juga selalu menekankan pembentukan attitude, karakter, respect, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas," tulisnya.

ADVERTISEMENT

Pemain Universitas Safin Pati U-17 berinisial S itu dijatuhi hukuman disiplin berat, yaitu dikembalikan kepada orang tua.

"Insiden yang terjadi, sangat kami sesalkan. Atas insiden yang terjadi, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berat dengan mengembalikan pembinaan kepada orang tuanya. Peristiwa ini juga menjadi evaluasi penting agar tidak terulang di masa mendatang," tulis akun resmi Instagram Safin Pati Sport School.

Safin Pati prihatin juga menyatakan prihatin atas cedera yang dialami pemain BJL2000, Rama Jangkar.

"Kami turut prihatin atas cedera yang dialami Mas Rama Jangkar dari tim BJL 2000 dan bertanggung jawab membantu proses pengobatannya. Semoga yang bersangkutan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala," tulisnya.

"Kami juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti secara profesional," sambung keterangan Safin Pati Sport School.

Pihak Safin Pati menambahkan, kejadian itu menjadi menjadi pembelajaran untuk terus menjaga sportivitas, pengendalian emosi, dan persaudaraan dalam sepak bola.
"Atas pengertian dan kebesaran hati semua pihak, kami mengucapkan terima kasih," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi tendangan kungfu dalam laga Piala Soeratin U-17 zona Jawa Tengah menjadi viral di media sosial. Salah satu videonya diunggah di akun instagram @semarangupdates.

Dalam video itu terlihat para pemain sedang berkerumun di pinggir lapangan. Tiba-tiba ada seorang pemain mengenakan jersey warna terang menendang pemain berjersey hitam hingga tersungkur. Wasit pun langsung mengeluarkan kartu merah.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads