Manajemen Persis Solo meminta maaf kepada seluruh suporter atas kegagalan tim melanjutkan di Super league atau Liga 1. Direktur Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan berjanji timnya akan segera berbenah dalam menyongsong Liga 2.
Saat dihubungi detikJateng, Ginda menyebut pihak manajemen akan melakukan restrukturisasi pada jajaran staf hingga pemain pada bulan Juni mendatang.
"Setelah kompetisi usai, kami tidak akan mengambil jeda panjang dan langsung mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini, sekaligus evaluasi menyeluruh pada jajaran staf kepelatihan, official, dan staf agar bisa segera merancang kerangka tim mulai Juni mendatang," kata dia, Minggu (24/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ginda mengatakan dirinya akan melapor ke komisaris Persis Solo pada pekan ini dan dilanjutkan bertemu dengan para pemilik klub.
"Minggu ini sesegera mungkin saya akan laporan kepada komisaris dulu, terus kemudian dengan owner," ujar dia.
Terkait kekecewaan suporter, manajemen menyatakan tidak akan lari dari tanggung jawab. Mereka berjanji akan menemui perwakilan suporter.
"Iya, kita akan bertanggung jawab. Kita akan ketemu, kita akan sampaikan apa yang kita bisa sampaikan sejelas-jelasnya," ucap dia.
Ginda menambahkan, pemilik klub Persis Solo, Kaesang Pangarep, juga sempat memberikan semangat kepada penggawa Laskar Sambernyawa di laga terakhir.
"Sudah (monitoring). Iya, kemarin sempat ke stadion juga kok. Hadir kok, mendampingi terus kok," ungkap dia.
Dengan berakhirnya musim Liga 1 2025/2026, manajemen telah membubarkan skuad Persis Solo. Ginda belum tahu siapa saja yang bertahan di tim untuk mengarungi Liga 2.
"Kalau tim sudah dibubarkan dulu ya. Kan memang sampai bulan ini selesai kan, ya sudah. Ada mungkin (pemain yang dipertahankan), kita lihat nanti. Enggak, itu kan bagian dari evaluasi nanti. Nanti kita siapkan laporan dulu kepada owner dan komisaris, dan segala perubahannya kita tunggu dulu ya, apa yang akan kita lakukan," pungkas dia.
(dil/apu)
