Bukti Beto Goncalves Masih Tajam

Bukti Beto Goncalves Masih Tajam

Prihatnomo - detikJateng
Senin, 27 Apr 2026 22:52 WIB
Selebrasi Beto Goncalves yang selalu menunjukan jari ke atas merupakan ungkapan terima kasih kepada Tuhan.
Foto: Prihatnomo/detikJateng
Semarang -

Nama Beto Goncalves kembali muncul sebagai pembeda dalam laga krusial. Striker gaek PSIS Semarang itu menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Kendal Tornado FC pada pekan 26 Championship 2025/2026.

Gol tunggalnya tak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memastikan Laskar Mahesa Jenar bertahan di Championship musim ini tanpa perlu melalui babak play-off.

Beto mungkin tidak lagi muda. Namun selama ia masih berdiri di kotak penalti, ancamannya tetap nyata. Gol ke gawang Kendal Tornado FC jadi pembuktiannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di usianya yang tak lagi muda yakni 45 Tahun, Beto terus menjaga konsistensi di tengah persaingan dengan pemain muda.

Bersama PSIS, Beto tak butuh waktu lama untuk mencatatkan nama di papan skor. Gol pertamanya bersama PSIS lahir di awal babak kedua, memanfaatkan kemelut di depan gawang PSS Sleman.

ADVERTISEMENT

Sayangnya, gol debut tersebut belum cukup membawa PSIS pulang dengan hasil positif. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, 10 Januari lalu PSIS harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.

Beto juga mencatatkan hattrick saat laga melawan Persipal Palu pada bulan lalu. Dia membuka gol kemenangan di menit ke-22 melawan Persipal di Stadion Jatidiri pada 29 Maret lalu. Di pertandingan itu, Beto mencatatkan 3 gol dan membuat PSIS menang 6-1 dari tamunya.

Di usia 45, Beto tidak lagi mengandalkan kecepatan semata, melainkan ketenangan, insting, dan pengalaman panjang di lapangan. Sejak bergabung dengan PSIS pada tengah putaran kedua kompatisi, Beto langsung menjadi andalan PSIS dan telah mengoleksi tujuh gol.

Bagi Beto, menjaga performa bukan hanya soal latihan fisik. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan keyakinan. Dalam setiap fase kariernya, ia mengaku selalu melibatkan Tuhan sebagai sumber kekuatan. Bahkan, rasa terima kasih itu ia perlihatkan lewat selebrasi usai menjebol gawang lawan.

"Tuhan sangat baik. Di usia saya sekarang, masih bisa bermain dan membantu tim adalah berkat," ujarnya di Semarang, Senin (27/4/2026).

Ia tidak menampik bahwa usia membawa tantangan tersendiri. Namun alih-alih melihatnya sebagai batasan, Beto justru menjadikannya motivasi untuk tetap disiplin dan profesional.

Salah satu pegangan yang ia sebut adalah ayat Yohanes 14:6. Bagi Beto, nilai dalam ayat tersebut memberi arah, baik dalam kehidupan pribadi maupun di lapangan hijau.

"Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Ayat itu selalu menjadi motivasi saya, baik dalam kehidupan maupun dalam karier sepak bola," ungkapnya.

Nama Beto bukan sosok asing di sepak bola nasional. Ia memiliki rekam jejak mentereng, termasuk membawa dua tim promosi ke Liga 1 bersama Persis Solo dan PSBS Biak. Pengalamannya di level kompetisi tertinggi menjadi nilai tambah bagi PSIS.

Sebelum bergabung dengan PSIS, Beto memperkuat Persela Lamongan. Bersama Laskar Joko Tingkir, ia tampil dalam 10 pertandingan dengan catatan satu gol dan satu assist.

Sempat tak selalu menjadi pilihan utama, Beto menunjukkan respons yang sederhana. Tetap bekerja dan siap saat kesempatan datang. Ketika dipercaya turun, ia menjawabnya dengan kontribusi nyata.

Kini, PSIS tinggal menyisakan satu pertandingan melawan PSS Sleman pada 3 Mei 2026. Laga itu bisa menjadi panggung berikutnya bagi Beto untuk menambah pundi-pundi golnya musim ini.




(afn/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads