Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija mengaku anak asuhnya sempat kehilangan fokus berujung gol cepat Bhayangkara. Beruntung penggawa Laskar Sambernyawa cepat bangkit dan membalikkan kedudukan.
Dalam laga itu, Bhayangkara unggul cepat lewat tembakan bebas Moussa Sidibe (3'). Namun Persis Solo berhasil comeback, dan mencetak dua gol lewat sepakan Dimitri Lima (32'), dan tandukan Luca Dumancic (45+5').
Usai kebobolan gol Sidibe, Persis bangkit dan bermain lebih disiplin, sehingga mampu meredam agresifitas Bhayangkara FC yang memiliki skuad dengan kecepatan tinggi, dan fisik yang kuat. Persis mencoba mengantisipasi pergerakan winger Bhayangkara, dan memanfaatkan ruang kosong untuk mengeksplorasi serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita terus memberikan cover dari sisi yang ditempati Sidibe, karena mereka cepat. Tapi dampak kecepatan itu, ada banyak space yang bisa kita eksplorasi. Dimitri dan Dusan sering naik untuk menciptakan peluang. Dan gol Dimitri berawal dari build-up, yang mana kita memanfaatkan space yang ditinggalkan Bhayangkara. Gol corner itu dari hasil latihan yang kita lakukan berulangkali," jelas Milo saat konferensi pers di Stadion Manahan Solo, Rabu (22/4/2026).
Milo juga meminta pemainnya untuk lebih sering melepaskan tembakan pada laga itu. Dari statistik pertandingan, Persis Solo melepaskan 18 tembakan, dimana 9 tembakan mengarah ke gawang. Sementara Bhayangkara melepaskan 13 tembakan, dengan dua tendangan mengarah ke gawang.
"Saya minta pemain melakukan banyak tembakan, dan melakukannya saat kita mendapatkan peluang. Ini laga tidak mudah, karena Bhayangkara salah satu dari tiga tim pemain terbaik di Indonesia, dan kita bisa menang," ucap Milo.
Milo juga memberikan alasan mengganti Dusan Mijic pada awal babak kedua. Dia memastikan, Dusan tidak mengalami cedera, hanya saja Dusan telah mengantongi kartu kuning, dan tidak ingin pemainnya mendapat kartu merah.
"Dusan ditarik karena dia sudah mendapatkan kartu kuning, menghadapi Sidibe akan sangat menyulitkan, dan saya tidak ingin dia mendapatkan kartu merah. Dia tidak mengalami masalah," terangnya.
Hasil ini mengeluarkan Laskar Sambernyawa dari zona merah. Mereka bertengger di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 27 poin. Sementara Bhayangkara masih tetap diperingkat ke-4, dengan 47 poin.
"Ketika keluar dari zona degradasi, kita merasa sedikit aman. Pemain bermain cukup bagus. Dengan hasil ini tim diharapkan memiiliki lebih banyak keberanian untuk menghadapi laga selanjutnya. Kita akan menghadapi Persija, di mana mereka hari ini bermain imbang (melawan PSIM). Kita harus melakukan penyegaran karena jadwal sangat padat," pungkasnya.
Sementara itu, pelatih Bhayangkara Lampung FC, Paul Munster, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Saat sesi konferensi pers, ia nampak masih cukup kesal dengan hasil pertandingan.
"Kami kalah karena gol cepat. Kami seharusnya mendapat dua penalti yang jelas, tapi tidak diberikan. Skor 2-1, selamat untuk Persis Solo," kata Munster.
(aku/alg)
