Keberatan Sanksi PSSI Jateng, PSIR Rembang Surati Erick Thohir

Keberatan Sanksi PSSI Jateng, PSIR Rembang Surati Erick Thohir

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 09:45 WIB
Manajemen PSIR Rembang mengirimkan surat resmi kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Buntut sanksi dari PSSI Jateng.
Para pemain PSIR Rembang menjenguk Sena, bek kiri yang kakinya patah dalam laga melawan Persikaba Blora. Foto diunggah Kamis (22/1/2026). Foto: dok. Manajer PSIR Rembang Rasno.
Rembang -

Manajemen PSIR Rembang mengirimkan surat resmi kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Surat tersebut berisi keberatan sekaligus permintaan penjelasan terkait putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah yang dijatuhkan kepada klub berjuluk Laskar Dampo Awang itu.

Manajer PSIR, Rasno, menyebut surat tertanggal 14 Februari 2026 itu merupakan bentuk laporan sekaligus permohonan atensi kepada pimpinan tertinggi federasi sepakbola nasional.

Menurut Rasno, pihaknya mempertanyakan apakah pembentukan Komdis PSSI Jateng sudah sesuai dengan statuta PSSI. Terutama menyangkut prinsip independensi serta mekanisme konstitusional dalam pembentukan badan yudisial di tingkat provinsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau proses pembentukannya tidak sesuai statuta, maka ada konsekuensi cacat formil terhadap putusan yang dihasilkan," ujar Rasno.

Ia berharap Ketum PSSI dapat meninjau ulang keputusan Komdis PSSI Jateng, termasuk mengevaluasi pelaksanaan sanksi yang telah dijatuhkan. Rasno menegaskan, langkah tersebut bukan untuk menghindari tanggung jawab.

ADVERTISEMENT

"Kami ingin menjaga marwah dan kehormatan statuta PSSI. Ini bukan soal lari dari tanggung jawab organisasi," tegasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum PSIR Rembang, Nur Hasan. Ia mengatakan, surat yang dikirim ke pusat merupakan bagian dari ikhtiar manajemen untuk meluruskan persoalan dan menjaga nama baik PSSI, khususnya di Jawa Tengah.

Nur Hasan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen, ofisial, serta para pemain yang telah berjuang hingga sejauh ini. Ia memastikan PSIR tetap menghormati seluruh pecinta sepakbola di Kabupaten Rembang, apa pun hasil yang nantinya diputuskan.

"Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran manajemen, official, dan para pemain tanpa terkecuali yang sudah berjuang sejauh ini. Apapun kondisinya ke depan, kami akan tetap mengawal dengan rasa hormat kami kepada seluruh lapisan pencinta dan penikmat sepakbola di Kabupaten Rembang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, PSIR dijatuhi sanksi usai terjadi kericuhan massa setelah laga semifinal leg kedua Liga 4 Jawa Tengah musim 2025/2026 melawan Persak Kebumen di Stadion Krida Rembang.

Akibat insiden tersebut, PSIR dikenai hukuman diskualifikasi dari kompetisi, denda Rp 45 juta, serta sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton sebanyak enam laga pada musim Liga 4 berikutnya.




(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads