Lini pertahanan PSIS Semarang mendapat sorotan usai kekalahan telak dari Deltras FC dengan skor 0-3 di Stadion Jatidiri pada pekan 16 Championship lalu. Sepanjang laga, pertahanan PSIS yang digalang duet Otavio Dutra dan Aldair Simanca kerepotan membendung serangan The Lobster.
Imbasnya tiga gol bersarang ke gawang PSIS yang dijaga Mario Londok. Hasil akhir tersebut juga memperpanjang daftar kekalahan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar musim ini.
Pelatih PSIS, Jafri Sastra, tak menampik sektor pertahanan menjadi sorotan utama. Ia mengakui kelemahan itu langsung menjadi bahan evaluasi tim pelatih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya itu memang kami sadari. Kami sudah menganalisis lewat video pertandingan dan langsung melakukan pembenahan," ujar Jafri di Semarang, Selasa (20/1/2026).
Tak hanya pertahanan, masalah klasik lain seperti penyelesaian akhir serta kekompakan tim juga masih jadi pekerjaan rumah. Jafri menyebut sejumlah instruksi yang disiapkan sebelum laga gagal diterapkan di lapangan.
"Secara kasat mata terlihat seperti tidak ada masalah, tapi ternyata PR-nya besar. Ini yang harus kami benahi, termasuk transisi permainan," tambah pelatih asal Padang tersebut.
Menatap laga pekan ke-17 Championship 2025/2026 melawan Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Sabtu (24/1/2026), Jafri berharap kesalahan serupa tak terulang. Target kemenangan tetap dipasang, meski ia sadar kualitas lawan tak bisa diremehkan.
"Siapa pun lawannya, target kami tetap menang. Tapi sepak bola tidak semudah di atas kertas. Persela tim kuat dan posisinya di atas kami di klasemen. Ini tantangan besar," tegasnya.
Selain aspek teknis, Jafri juga memberi perhatian khusus pada mental dan psikologis pemain. Menurutnya, kepercayaan diri dan komunikasi menjadi kunci untuk bangkit dari situasi sulit.
"Kami benahi juga dari sisi psikologi. Di setiap latihan ada dialog dua arah, supaya program yang kami siapkan benar-benar tepat dan kejadian seperti saat melawan Deltras tidak terulang," pungkasnya.
