PSIS Kalah Telak dari Deltras, Jafri Sastra: Kami Tidak Disiplin

PSIS Kalah Telak dari Deltras, Jafri Sastra: Kami Tidak Disiplin

Prihatnomo - detikJateng
Sabtu, 17 Jan 2026 22:27 WIB
Laga PSIS Semarang menjamu Deltras FC di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (17/1/2026).
Laga PSIS Semarang menjamu Deltras FC di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (17/1/2026). Foto: dok. PSIS Semarang
Semarang -

Ambisi PSIS Semarang untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri berakhir pahit. Laskar Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan Deltras Sidoarjo setelah kalah telak 0-3 pada laga pekan ke-16 Championship 2025/2026 di Stadion Jatidiri.

Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan negatif PSIS atas Deltras musim ini. Sebelumnya, pada pertemuan pertama di Sidoarjo, PSIS juga meraih hasil negatif dengan skor 0-2.

Secara permainan, PSIS sebenarnya sempat menunjukkan potensi di babak pertama. Meski tertinggal satu gol via Neville Tengeg (10'), tuan rumah masih mampu mengimbangi tempo permainan dan beberapa kali memberikan ancaman ke gawang Deltras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis. Meski mampu menciptakan beragam peluang, namun serangan yang dibangun PSIS tak membahayakan pertahanan lawan. Pergantian pemain yang diharapkan menjadi solusi juga tidak memberi dampak signifikan. Efektivitas menjadi pembeda, Deltras tampil lebih rapi dan disiplin sepanjang laga.

ADVERTISEMENT

Akibatnya Laskar Mahesa Jenar kebobolan dua gol, masing-masing dari Tengeg (84') dan Kaka Reda Depriadi (90+8').

Pelatih PSIS, Jafri Sastra, tak menutupi kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menilai kekalahan ini bukan semata soal skor, tetapi juga cerminan buruknya disiplin tim di lapangan.

"Kami kalah bukan hanya dari hasil akhir. Kami bekerja keras, tapi tidak disiplin. Ini tentu menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala," ujar Jafri usai laga, Sabtu (17/1/2026).

Ia juga mengakui bahwa performa tim menurun drastis di babak kedua. Upaya melakukan rotasi pemain untuk mengubah dinamika laga tidak berjalan sesuai rencana.

"Di babak kedua kami sudah tidak bisa mengontrol permainan. Kami coba mencari solusi dengan pemain yang lebih segar, berharap ada pembeda, tapi justru terbalik," tambahnya.

Jafri mengisyaratkan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas hasil buruk ini. Terlebih mereka akan kembali melakoni dua laga kandang. Kemenangan wajib diraih demi menjaga kans keluar dari zona merah.

Widodo C Putro Beberkan Resep Kemenangan Tim

Di sisi lain, tiga poin dari Semarang membuat The Lobster, sebutan Deltras FC, untuk sementara naik ke posisi empat klasemen dengan koleksi 27 poin, menjaga asa bersaing di papan atas.

Deltras sendiri tampil sangat baik di laga ini. Tim besutan Widodo C Putro itu tampil taktis sepanjang laga, menampilkan permainan bola yang rapi, penguasaan bola yang terjaga, serta transisi cepat menjadi fondasi utama permainan Deltras sepanjang laga.

"Kami bersyukur bisa mendapatkan poin penuh. Sejak awal kami memang mencermati kekuatan PSIS, tetapi fokus utama tetap pada bagaimana tim ini bermain dengan karakter Deltras sendiri," ujar pelatih Deltras, Widodo C Putro, usai laga.

Ia menambahkan, kunci kemenangan timnya tak lepas dari hasil analisis terhadap kekuatan PSIS, terutama pascaperombakan skuad. Widodo menekankan pentingnya menjaga ball possession, meminimalkan kehilangan bola, serta mempercepat aliran dan sirkulasi bola untuk merusak organisasi pertahanan lawan.

"Itu yang membuat permainan kami lebih efektif," jelasnya.

Meski meraih kemenangan besar, Widodo mengingatkan para pemainnya untuk tetap rendah hati dan tidak larut dalam euforia. Fokus Deltras kini langsung diarahkan ke laga berikutnya menghadapi Persipal Palu.

"Mungkin euforia hanya sampai malam ini. Besok kami sudah harus kembali fokus berlatih dan mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya," tuturnya.



(apu/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads