Aremania Somasi Ketum PSSI Iwan Bule-Jokowi, Ini Daftar Tuntutannya

Aremania Somasi Ketum PSSI Iwan Bule-Jokowi, Ini Daftar Tuntutannya

Tim detikSport - detikJateng
Rabu, 05 Okt 2022 19:26 WIB
Coretan duka para Aremania di Stadion Kanjuruhan
Coretan duka para Aremania di Stadion Kanjuruhan (Foto: Deny Prasetyo/detikJatim)
Solo -

Kelompok pendukung Arema FC, Aremania, mengajukan somasi kepada Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan alias Iwan Bule hingga Presiden Jokowi. Somasi ini terkait Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) lalu.

Dikutip dari detikSport, melalui tim pendampingan bantuan hukum Aremania, somasi ditujukan ke banyak pihak. Pihak yang disomasi yaitu Ketum PSSI Iwan Bule, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, hingga Presiden Jokowi.

Dalam tuntutannya, Aremania menuntut permintaan maaf dari Ketum PSSI hingga Jokowi, selambat-lambatnya tiga hari sejak somasi dikeluarkan. Selain itu, tuntutan menyeret pelaku ke penjara sampai pertanggungjawaban secara perdata dan pidana juga dilayangkan.


"Kami mengharap iktikad baik dari para pihak yang bertanggung jawab untuk segera memenuhi seluruh tuntutan kami. Apabila dalam waktu 3 x 24 jam tidak ada iktikad baik para pihak tersebut, maka kami akan menempuh jalur hukum," tulis Aremania Menggugat, seperti diberitakan CNN Indonesia.

Berikut Daftar Tuntutan Aremania

1. Mendesak Presiden Republik Indonesia, Menpora Republik Indonesia, Kapolri, Panglima TNI, DPR RI, Ketua PSSI, Direktur PT LIB, Manajemen Arema FC, dan Panitia pelaksana pertandingan, untuk meminta maaf secara terbuka melalui media nasional dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah somasi terbuka ini disampaikan.

2. Menuntut adanya pernyataan secara terbuka dari pihak pengamanan dan penyelenggara melalui media bahwa timbulnya korban jiwa di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang adalah murni kesalahan penyelenggara maupun satuan pengamanan dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah somasi terbuka ini disampaikan.

3. Menuntut penetapan tersangka kepada para pelaku dalam jangka waktu 3 (tiga) hari sejak somasi terbuka ini disampaikan.

4. Menuntut adanya pertanggungjawaban hukum secara perdata maupun pidana oleh pihak-pihak terkait.

5. Menuntut pihak penyelenggara dan perangkat pertandingan untuk memastikan adanya jaminan (asuransi) terkait dengan hak-hak para korban baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka.

6. Menjamin tidak akan terulangnya kembali tindakan represif aparat keamanan terhadap penanganan kerumunan suporter di dalam stadion dengan melanggar berbagai peraturan perundang-undangan, khususnya implementasi Prinsip HAM.

7. Mendesak Negara, dalam hal ini direpresentasikan melalui institusi negara, seperti Komnas HAM, Kompolnas, POM TNI, dan lainnya, untuk segera melakukan transparansi penyelidikan secara menyeluruh, akuntabel serta terpadu terhadap tragedi yang telah mengakibatkan jatuhnya 131 korban jiwa (data sementara) dan korban luka-luka dengan membentuk tim penyelidik independen, untuk memeriksa dugaan pelanggaran HAM oleh aparat keamanan, dugaan pelanggaran profesionalisme dan kinerja anggota kepolisian dan TNI yang bertugas di lapangan.

8. Mendesak Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas tragedi yang terjadi yang memakan korban jiwa baik dari massa suporter maupun anggota kepolisian.

9. Mendesak dilibatkannya Tim Pendampingan Bantuan Hukum Aremania dalam segala proses investigasi tragedi kemanusiaan 01 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Untuk diketahui, Polri mengumumkan ada total 131 orang yang tewas akibat Tragedi Kanjuruhan. Tragedi itu terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) akhir pekan lalu.



Simak Video "Aremania Ngluruk Kejati Jatim, Minta Rekonstruksi Ulang-Tetapkan Tersangka Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/dil)