Uniknya Rujak Amerika di Semarang, Disajikan Pakai Batok Kelapa

Uniknya Rujak Amerika di Semarang, Disajikan Pakai Batok Kelapa

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Minggu, 19 Jul 2026 16:39 WIB
Rujak degan yang dijual Kedak Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026).
Rujak degan yang dijual Kedak Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Ada yang unik di antara pedagang kaki lima (PKL) yang berjajar di depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Penjual rujak menyajikan dagangannya tidak dengan piring, melainkan batok kelapa.

Pantauan detikJateng di Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan, di bawah rindangnya pepohonan, sebuah gerobak biru bertuliskan 'Kedai Rujak Amerika' tampak menjual batok kelapa berisi rujak.

Tertulis di gerobak dagangannya, dijual rujak buah, rujak serut, serta rujak degan. Aneka buah pun tertata rapi di balik etalase kaca. Saat ada pembeli yang memesan rujak degan, Arif (46) si penjual, langsung memesan kelapa ke penjual es degan di sampingnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tangannya kemudian terlihat lihai memotong aneka buah dan menyerutnya menjadi kecil-kecil. Begitu mendatang batok kelapa berisi degan yang sudah diserut, Arif langsung memasukkan buah yang diserut ke dalam batok dan menambahkan bumbu rujak di atasnya.

Saat dicoba, rasa rujak degan hampir sama seperti rujak pada umumnya. Namun ada rasa segar yang muncul dari serutan kelapa serta buah-buahan yang sudah tercampur. Bumbu rujak pun sedikit berair karena tercampur sisa-sisa air kelapa muda.

ADVERTISEMENT

Sementara air dari degan itu disajikan terpisah di sebuah gelas, yang rupanya mampu menetralisir lidah dari pedasnya bumbu rujak buatan Arif. Jika ada pembeli yang hendak membungkus, Arif pun menyajikannya menggunakan batok kelapa.

"Ini rujak degan varian baru dari Kedai Rujak Amerika. Lain dari yang lain pokoknya," kata Arif saat ditemui detikJateng di lapaknya, Jumat (17/7/2026).

Rujak degan yang dijual Kedak Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026).Rujak degan yang dijual Kedak Rujak Amerika di Jalan Prof Dr Hamka, depan SDN 4 Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (17/7/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng

Bapak tiga anak itu mengatakan, menu tersebut lahir tanpa perencanaan panjang. Ide rujak degan justru muncul saat ia iseng mencoba mencampur degan yang dijual teman di samping lapaknya, dengan rujak buatannya.

"Tadinya sih coba-coba, nyobain samping kan ada jualan es degan itu. Coba tak kasih sambal, kok kayaknya enak," ucapnya.

Arif pun mengirimkan video rujak degan itu kepada istrinya di rumah, yang kemudian menjualnya di media sosial. Tak disangka, rujak degan itu membuat banyak orang penasaran dan langsung membeli.

Dari percobaan sederhana itu, lahirlah menu yang kini menjadi salah satu andalan di kedainya. Menurut Arif, perpaduan buah, degan, dan sambal, menghadirkan sensasi rasa yang berbeda. Serutan kelapa membuat sambal rujak terasa lebih gurih tanpa menghilangkan cita rasa pedas dan segarnya buah.

"Respons orang beda-beda, banyak. Banyak jenisnya. (Sempat trial and error?) Nggak ada sih, langsung aja," ungkapnya.

Setiap porsi rujak degan dibanderol harga Rp 35 ribu, sedangkan rujak serut maupun rujak potong dijual Rp 15 ribu per porsinya. Meski harga buah dan kelapa sempat naik, ia mengaku belum menaikkan harga jual.

"Isinya mix (campur) sama buah-buah rujak semua ada, nanas, kedondong, mangga, pepaya, bengkoang, dicampur semua," ungkapnya.

"Rasanya lain, ini dicampur sama parutan kelapanya itu jadi agak kayak santan, santan pedas gitu. Air degannya terserah mau dicampur atau mau diminum sendiri," lanjutnya.

Kedai Rujak Amerika sendiri buka pukul 10.00-17.00 WIB. Dalam sehari, Arif bisa menjual sekitar 20-30 batok. Terkadang, ia akan tutup pukul 16.00 WIB karena bahan-bahan sudah habis seluruhnya.

Pria asal Mangkang itu pun mengaku sudah berjualan rujak di lokasi itu selama 16 tahun, setelah berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir truk. Sementara rujak degan baru hadir sekitar 5 tahun terakhir. Menariknya, nama 'Rujak Amerika' bukan lahir dari idenya sendiri.

"Kalau namanya 'Rujak Amerika' itu dulu kan belum dikasih nama, terus gerobak ini dulu ada bendera Amerikanya, orang-orang tahunya 'itu rujak Amerika', ya sudah. Namanya dari pelanggan sendiri, bukan kita," jelasnya.

Salah seorang pembeli asal Semarang Selatan, Elsa (25), mengaku baru pertama kali mencicipi rujak degan setelah melihatnya di media sosial. Menurutnya, rasa yang ditawarkan rujak degan berbeda dari rujak biasanya.

"Biasanya kan belinya cuma rujak buah biasa, buahnya juga dipotongnya besar-besar. Tapi ini rujak degan. Jadi baru banget dan beda karena pakai batok kelapa dan di dalamnya ada serutan kelapanya," tuturnya.

"Rasanya segar, tapi lebih segar lagi karena ada rasa kelapanya. Terus ada air kelapanya juga. Aku tahu dari sosmed terus langsung ke sini, takut tutup, karena tutupnya sore," lanjutnya.

Meski harganya lebih mahal dibanding rujak biasa, menurutnya satu porsi rujak degan sepadan dengan isi yang didapat. Terlebih, satu porsi rujak degan bisa dibagi untuk tiga orang.

"Worth it sih, karena kalau rata-rata kalau rujak biasa kan Rp 15 ribu, kalau ini sama es degan Rp 35 ribu, dapatnya juga banyak, bisa buat sharing," ucapnya.



(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads