Mendengar tentang daerah Brebes, Jawa Tengah, banyak orang yang mungkin langsung teringat akan oleh-oleh khasnya, yaitu telur asin. Apalagi telur asin Brebes punya cita rasa yang begitu khas, sehingga cukup berhasil menarik minat para wisatawan untuk membelinya.
Apa sih telur asin itu? Istilah telur asin nggak melulu berkaitan dengan rasa yang asin saat mencicipi telur ini. Lebih dari itu, proses pengasinannya juga tak terlepas dari penamaan makanan yang mudah dijumpai di sekitar kita ini.
Seperti halnya dijelaskan dalam penelitian bertajuk 'IDENTIFIKASI Enterobacteriaceae PADA TELUR ASIN DI PASAR UMUM GIANYAR' oleh Dewa Ayu Pramita Utami, telur asin merupakan penganan yang diolah dengan menggunakan bahan utama telur yang diasinkan. Inilah yang membuat proses pengasinan pada telur menciptakan cita rasa yang asin. Bahkan tekstur dari telur asin ini biasanya cenderung masir atau berpasir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cocok buat menjadi pendamping menu sehari-hari, telur asin jadi andalan buat sebagian orang. Nah, nggak melulu harus beli, kamu juga bisa membuat sendiri telur asin di rumah. Penasaran ingin tahu langkah pembuatannya? Cek ulasan menariknya berikut ini.
Poin Utamanya:
- Telur asin Brebes berasal dari abad ke-18 dan diperkenalkan oleh etnis Tionghoa. Awalnya digunakan sebagai bagian dari sesaji ritual keagamaan, sebelum akhirnya berkembang menjadi produk pangan dan komoditas ekonomi masyarakat Brebes sejak 1960-an.
- Dalam budaya Tionghoa, telur asin melambangkan kesuburan dan Dewa Bumi. Seiring berjalannya waktu, teknik pengasinan yang membuat telur lebih awet menjadi produk dagang unggulan dan identitas kuliner khas Kabupaten Brebes.
- Telur asin Brebes dibuat dari telur bebek segar yang diasinkan menggunakan campuran garam dan abu gosok atau serbuk batu bata, lalu diamkan dalam kurun waktu bebera hari sebelum dikukus hingga siap disantap.
Bagaimana Asal-usul Telur Asin Khas Brebes?
Sebelum tahu cara membuatnya, mari kita telusuri sejarah yang melatarbelakanginya. Siapa sangka kalau ternyata telur asin yang gampang banget ditemukan di sudut-sudut Kabupaten Brebes ini berasal dari masa lampau.
Seperti halnya dijelaskan dalam buku 'Telur Asin sebagai Identitas Kuliner dan Perannya Terhadap Perekonomian Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes Tahun 1959-2021' yang disusun oleh Muhammad Suryo Kencono, asal-usul telur asin Brebes berasal dari abad ke-18 yang dibawa masuk oleh etnis Tionghoa. Pada saat itu, fondasi toko telur asin pertama di Brebes mulai tercipta.
Sejak era abad ke-18, telur asin sudah menjadi salah satu penganan yang diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa yang tinggal di wilayah Brebes dan sekitarnya. Awalnya telur asin menjadi bagian dalam sajian yang digunakan oleh warga Tionghoa untuk melakukan peribadatan.
Di dalam budaya mereka, telur asin wajib ada karena menjadi simbol dari Dewa Bumi yang mewakili kesuburan. Inilah yang membuat telur asin masuk dalam salah satu penganan sesaji. Terlebih lagu, proses pengasinan cukup diandalkan oleh masyarakat Tionghoa sejak masa lampau.
Selain membuat penganan yang dihasilkan bercita rasa yang khas, pengasinan juga membuat makanan tersebut awet disimpan dalam jangka waktu lama. Inilah mengapa meski awalnya jadi pelengkap bagi peribadatan, telur asin turut diperkenalkan sebagai salah satu makanan untuk dijual kepada masyarakat luas.
Dikatakan dalam penelitian yang sama, masyarakat Brebes mulai mengenal telur asin sejak tahun 1960-an. Tidak hanya keturunan Tionghoa saja, tapi juga masyarakat asli pribumi. Sejak saat itulah, masyarakat di wilayah Brebes dan sekitarnya tidak terlepas dari telur asin. Baik itu sebagai konsumsi pribadi maupun menjadi sumber penghasilan yang memiliki daya jual yang tinggi.
Cara Membuat Telur Asin Khas Brebes yang Mudah
Lantas, bagaimana ya cara membuat telur asin sendiri? Untuk membuat telur asin, kamu perlu menyiapkan telur bebek yang masih segar. Kemudian ada bahan-bahan lainnya yang perlu dipersiapkan guna memudahkan dalam proses pengasinannya.
Mengutip dari 'Buku Panduan Pembuatan Telur Asin' oleh Adelia Puspita A, dkk., sebelum membuat telur asin sendiri, perlu mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan. Berikut daftarnya:
- Ember
- Galon bekas yang sudah tidak terpakai
- Centong
- Wajan kecil
- Kaleng
- Sikat besi (cuci piring)
- Panci
- Kompor
- Gas kompor
- Kantong plastik atau kresek
Setelah alat sudah siap, kumpulkan juga bahan-bahan yang diperlukan. Di antaranya ada:
- Secukupnya telur bebek
- Secukupnya garam kasar
- Secukupnya abu gosok atau serbuk batu bata
- Secukupnya daun salam
- Secukupnya air
Kalau sudah, waktunya untuk mulai proses pembuatannya. Caranya bisa dibilang cukup sederhana, tapi perlu ketelatenan dan kesabaran yang ekstra. Sebab, pembuatan telur asin harus menunggu dalam jangka waktu tertentu. Mari ikuti langkah-langkah bikin telur asin berikut ini:
- Campurkan terlebih dahulu serbuk batu bata atau abu gosok bersama dengan garam. Gunakan perbandingan 1:1 untuk besaran garam dan serbuk batu bata atau abu gosok tadi.
- Selanjutnya, aduk-aduk dan beri sedikit air agar teksturnya lebih lembut dan memudahkan dalam proses pencampuran.
- Siapkan ember dan taruh sebagian bubur campuran garam dan abu gosok atau serbuk bata tadi.
- Taruh telur bebek di bagian atasnya dengan rapi dan diberi jarak satu sama lain.
- Baru setelah itu, beri bubur lagi di bagian atasnya sampai telur bebek benar-benar tertutup dengan sempurna.
- Letakkan adonan berisi telur bebek tadi di ruang yang tertutup, tapi punya sirkulasi udara yang baik.
- Tunggu dalam kurun waktu 10-14 hari, baru telur bebek bisa diambil.
- Proses pengambilan telur bebek perlu dilakukan secara perlahan agar tidak pecah. Lalu cuci sampai bersih telur-telur ini.
- Keringkan sebentar sebelum nantinya dikukus.
- Setelah itu, siapkan panci pengukus yang telah diberi air bersih dan beberapa lembar daun salam.
- Kukus telur sampai benar-benar matang sempurna. Proses ini biasanya memakan waktu yang cukup lama.
- Baru setelah itu, telur bisa diangkat dari panci untuk disajikan. Tunggu sampai telur benar-benar dingin agar mendapatkan tekstur yang masir atau berpasir.
- Telur bebek buatan sendiri siap disantap bersama dengan nasi hangat dan lauk nikmat lainnya.
Itulah tadi rangkuman cara membuat telur asin khas Brebes yang bisa diikuti lengkap dengan asal-usulnya yang berakar dari tradisi masyarakat Tionghoa. Semoga menjawab rasa penasaran kamu, ya!
FAQ tentang Telur Asin
Sejak kapan telur asin menjadi makanan khas Brebes?
Telur asin khas Brebes sudah dikenal sejak abad ke-18 , dibawa oleh etnis Tionghoa yang menetap di wilayah Brebes. Awalnya, telur asin digunakan sebagai bagian dari sesaji peribadatan karena melambangkan kesuburan dan Dewa Bumi. Seiring berjalannya waktu, telur asin berkembang menjadi makanan yang diperjualbelikan dan akhirnya menjadi identitas kuliner Brebes.
Kenapa telur asin bisa bertahan lama dan rasanya khas?
Proses pengasinan membuat telur asin lebih awet dan memiliki cita rasa gurih yang khas. Teknik ini sudah digunakan sejak masa lampau karena mampu memperpanjang daya simpan makanan tanpa bahan pengawet. Selain itu, penggunaan telur bebek segar dan proses pemeraman yang tepat menghasilkan tekstur kuning telur yang masir.
Apa yang membedakan cara membuat telur asin dan telur rebus biasa?
Telur asin Brebes dibuat melalui proses tradisional menggunakan garam kasar yang dicampur abu gosok atau serbuk batu bata, lalu diperam selama 10-14 hari. Setelah itu, telur dikukus bersama daun salam untuk memperkuat aroma dan rasa. Proses ini membutuhkan ketelatenan, tetapi menjadi kunci lahirnya telur asin Brebes yang terkenal gurih dan berkualitas. Sementara itu, telur biasa hanya melalui proses perebusan.
(par/aku)











































