Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadinya cuaca ekstrem hingga 2 Januari 2023 mendatang di Indonesia. BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan tiap kabupaten dan kota telah menetapkan siaga darurat untuk antisipasi.
"Kabupaten/kota telah melakukan kesiapsiagaan, mereka telah menetapkan status potensi bencananya, sudah ada siaga darurat. Provinsi belum tapi kita memberikan surat edaran yang ditandatangani oleh Sekda karena lihat kabupaten kota Provinsi sifatnya dukungan dan kordinasi. Kami hanya pendampingan, pelaksanaan teknisnya kabupaten/kota," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY, Danang Samsu Rizal saat ditemui di kantornya, Jalan Semaki, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (29/12/2022).
Danang memerinci berbagai kesiapan antisipasi bencana tersebut mulai dari SDM hingga peralatannya.
"Jadi tahapannya siap kalau sudah ada warning dari BMKG nanti status siaga, kalau siaga itu semua harus semua sudah siap, ya SDM, ya alat ya anggaran, sistem organisasi harus dipastikan tinggal klik saja jalan," jelas Danang.
Danang mengatakan pihaknya juga sudah mengantisipasi potensi bencana saat libur Nataru dan dampaknya ke wisatawan. Pihak terkait juga memetakan daerah rawan bencana.
"Kalau dari sisi wisata itu kita sudah antisipasi hal-hal yang terkait dengan kemungkinan terdampak ke wisatawan, dari Dinas Pariwisata, Perhubungan, TNI, Polri, kemarin sudah mengumbar skenario-skenarionya dari sisi ancaman dari daerah longsor sudah dipetakan. Di situ kalau ada apa-apa itu terus merespons apa itu sudah," ujar Danang.
Danang mengimbau wisatawan agar selalu update dengan informasi terkait potensi cuaca ekstrem. Mengingat perubahan cuaca sangat cepat.
"Salah satunya kita masyarakat selalu update informasi karena sifatnya cuaca ekstrem perubahannya sangat cepat, ketika dia mendapat informasi kemana aja cek cuaca hari ini seperti apa, terutama kalau wisatawan masuk lokasi harus paham kondisi," pesannya.
"Siapkan kendaraan yang tepat kalau daerah bukit terjal potensi kerentanan juga bahkan di jalan dah bagus kalau nggak siap bahaya. Kalau daerah banyak longsor dia harus tahu, dia harus punya strategi aksinya dari mana," sambung Danang.
Pihaknya pun memastikan BPBD DIY siaga terhadap bencana alam.
"Kemudian patuk tutup bisa dari selatan dari utara, koordinasinya dari dulu-dulu. Mestinya kita sekarang, BPBD saya bidang pencegahan dan siap siaga, harus kita simpan untuk musim kering," tuturnya.
Selengkapnya di halaman berikut.
(ams/dil)