Pengantin di Kulon Progo Wajib Hafal Pancasila, Ini Kata Kemenag

Pengantin di Kulon Progo Wajib Hafal Pancasila, Ini Kata Kemenag

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Senin, 14 Nov 2022 13:44 WIB
Ilustrasi akad nikah
Ilustrasi pernikahan (Foto: Getty Images/iStockphoto/Jamaludin Yusup)
Kulon Progo -

Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, DIY, mewajibkan calon pengantin di wilayahnya untuk menyanyikan lagu nasional dan melafalkan Pancasila. Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo menyebut program ini tidak menyalahi aturan.

"Jadi yang pertama Pak Kepala Kantor (Kemenag) sudah melakukan klarifikasi pada Kepala KUA Panjatan bahwa kegiatan yang dilakukan yakni menyanyikan Garuda Pancasila dan juga membaca teks Pancasila atau menghafal Pancasila ini dilakukan di luar prosesi akad nikah. Jadi tidak menjadi bagian dari prosesi akad nikah tersebut sehingga tidak menambah syarat atau rukun dari akad nikah," ujar Bagian Humas Kemenag Kulon Progo Agung Mabruri saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (14/11/2022).

"Dalam klarifikasi itu juga Kepala KUA Panjatan menyampaikan pengantin itu ditanya dulu hafal tidak lagu Garuda Pancasila, hafal tidak Pancasila, ketika hafal kemudian baru diminta untuk menyanyikan itu. Kebetulan momentumnya pas karena nikah di tanggal 10 November di Hari Pahlawan," imbuhnya.


Agung mengatakan Kemenag Kulon Progo mendukung program ini karena dinilai bisa meningkatkan rasa nasionalisme calon pengantin. Menurutnya, yang dilakukan KUA Panjatan hanya salah satu cara untuk meningkatkan patriotisme kepada bangsa.

"Ya pada dasarnya Kemenag Kulon Progo selalu mendukung program-program yang bisa meningkatkan patriotisme, yang bisa meningkatkan semangat nasionalisme. Jadi itu hanya merupakan bagian kembang-kembang dari kegiatan ketika mengumpulkan banyak orang. Cara yang dilakukan oleh KUA Panjatan hanya salah satu cara saja, banyak cara di KUA yang lain untuk meningkatkan semangat patriotisme dan nasionalisme itu," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Agung, dalam pelaksanaannya perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan calon pengantin. Yang terpenting tidak ada pemaksaan, demi menjaga suasana kegiatan.

"Jadi hakikatnya ada banyak cara menuju ke sana dan kebetulan karena momentum Hari Pahlawan maka KUA Panjatan mengambil langkah, mengambil cara seperti kemarin. Tapi itu sekali lagi sudah dikomunikasikan dengan calon pengantin tidak kemudian tiba-tiba langsung diminta seperti itu," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, calon pengantin di Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, wajib menyanyikan lagu nasional dan melafalkan Pancasila. Program ini merupakan inovasi dari Kantor Urusan Agama (KUA) Panjatan.

"Sebenarnya ini sudah program lama di KUA Panjatan itu, yang kebetulan kemarin kita ambil momen di Hari Pahlawan (10 November)," ucap Kepala KUA Panjatan, Zamroni, saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (14/11).

Selengkapnya di halaman selanjutnya...