Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Komisi IV DPR RI mengajak nelayan untuk berdialog di sela-sela kegiatan bulan bakti KKP dalam rangka memperingati HUT ke-27 KKP di kampung nelayan merah putih (KNMP), Poncosari, Srandakan, Bantul. Ternyata ada nelayan yang sambat karena banyak kapal luar mencari ikan di perairan Bantul.
"Dari HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Bantul. Jadi di selatan Bantul itu komoditi ikan sangat lestari sehingga banyak kapal luar yang sering menangkap ikan di Selatan Bantul, terutama kapal-kapal yang ukurannya lebih besar," kata Ketua HNSI Bantul, Suyanto saat melontarkan pertanyaan kepada KKP dan Komisi IV DPRI di Srandakan, Bantul, Kamis (22/10/2026).
Suyanto lalu melanjutkan, bahwa di Kabupaten Bantul sudah ada kelompok pengawas berbasis masyarakat bernama namanya Pokmaswas. Namun, selama ini Pokmaswas hanya bisa mendokumentasikan, mencatat, dan melaporkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena untuk tindakan kita tidak diberikan kewenangan, hanya melaporkan. Sementara biasanya pelanggaran itu di malam hari dan pagi-pagi sudah pergi," ujarnya.
"Nah, kami dari kelompok masyarakat pengawas itu punya inisiatif kalau kita punya armada penghalau minimal ada armada yang speknya sesuai dengan lokasi. Sehingga dengan cepat kita bisa memberikan penghalauan kepada kapal yang melanggar jalur," lanjut Suyanto.
Merespons pertanyaan tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan, bahwa jika menemukan kapal luar yang mencari ikan di perairan Bantul bisa bisa langsung menghubungi Kepala Pangkalan di Cilacap, Jawa Tengah.
"Kita punya call center atau kita juga ada pangkalan di Cilacap. Kepala pangkalannya juga hadir, nanti bapak bisa tukar kontak ya agar kalau ada kapal luar kita bisa intersep dari Cilacap menuju sini," ucapnya.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto lalu menimpali jawaban Pung. Siti mempertanyakan jarak Cilacap-Bantul yang jauh sehingga sesampainya ke Bantul kapal tersebut sudah pergi.
"Mungkin diajari bagaimana caranya menghalau. Kalau nunggu kapalnya datang ke sini kan lama dan bisa-bisa kapalnya sudah pergi," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Pung meminta nelayan yang mengetahui kapal luar pencari ikan di Bantul agar menghubungi pangkalan di Cilacap. Nantinya pangkalan di Cilacap akan merespons dan melakukan penelusuran.
"Nama kapalnya bisa difoto, ya, dicatat, difoto, bisa diserahkan ke Kepala Pangkalan di Cilacap agar bisa ditindaklanjuti,' ucapnya.
