Puluhan relawan dari BUMN diturunkan langsung ke masyarakat untuk melakukan pengabdian di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Program Relawan Bakti BUMN (RBB) tahun 2026 di Desa Kembang Kuning ini dilaksanakan oleh Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) bersama PT TASPEN (Persero) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo).
"Pelaksanaan RBB di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, ini, merupakan bagian dari pelaksanaan RBB 2026 yang berlangsung di 11 lokasi di Indonesia, dengan tema Sebelas Lokasi, Satu Panggilan untuk Negeri. Program RBB menjadi salah satu bentuk kontribusi BUMN untuk menghadirkan manfaat secara lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mengaktualisasikan nilai AKHLAK melalui pengabdian nyata," ujar Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt Avirianto Suratno, dalam pembukaan Relawan Bakti BUMN, di Balai Besar Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, Minggu (16/8/2026).
Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut, Bupati Boyolali, Agus Irawan; Koordinator TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin; Direktur Keuangan AirNav Indonesia, Oskar Syahbana; Direktur PT Taspen dan Jasindo. Serta jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat Pemkab Boyolali dan Forkopimcam Cepogo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Avirianto, mengatakan bahwa keberadaan para Relawan Bakti BUMN di Desa ini adalah untuk hadir dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, melalui rangkaian kegiatan sosial, edukasi, kesehatan, penguatan generasi muda, serta pengembangan potensi desa. RBB merupakan wadah pengabdian insan BUMN yang menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kegiatan Relawan Bakti BUMN ini akan berlangsung selama 4 hari, dari hari Minggu-Rabu (16-19/8). Ada 10 orang relawan dari berbagai BUMN yang turun langsung ke masyarakat Desa Kembang Kuning dalam program ini. Para relawan akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat.
Antara lain, di bidang kesehatan, kegiatan diisi dengan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Sementara bagi anak-anak dan generasi muda, RBB menghadirkan edukasi perlindungan anak serta kegiatan sains dan teknologi melalui STEM Kit bagi anak-anak sekolah.
Para relawan juga akan berinteraksi dengan pemuda desa melalui sesi berbagi bersama Karang Taruna. Membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang dapat memberikan perspektif baru bagi generasi muda Desa Kembang Kuning.
Melalui interaksi tersebut, relawan tidak hanya berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga belajar memahami kehidupan, kebutuhan, serta potensi masyarakat Desa Kembang Kuning. Dengan demikian, pengabdian dibangun melalui hubungan dua arah dan semangat bekerja bersama masyarakat.
Lebih lanjut Avirianto menyampaikan, selain kegiatan sosial dan edukasi, kontribusi RBB di Desa Kembang Kuning juga diarahkan pada pengembangan potensi lokal. Desa Kembang Kuning memiliki potensi alam, pertanian, budaya, dan pariwisata.
Salah satunya adalah kawasan wisata Durensari yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui perdagangan, kuliner, pertanian, dan usaha mikro. Melalui kolaborasi AirNav Indonesia, TASPEN dan Jasindo, dukungan juga diberikan untuk revitalisasi Sitinggil Garden, sebagai bagian dari kawasan wisata Kembang Kuning.
Penataan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, menghidupkan kembali aktivitas wisata, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi lokal. Pengembangan kawasan tersebut juga mencakup dukungan terhadap agrowisata dan pertanian.
Antara lain melalui greenhouse hortikultura serta curing tunnel untuk pengeringan tembakau. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat potensi pertanian sekaligus membuka peluang edukasi dan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.
Avirianto menegaskan, program ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih panjang antara insan BUMN dan masyarakat. Komunikasi dengan Pemerintah Desa dan Pemkab Boyolali akan terus dijaga untuk melihat tindak lanjut setelah rangkaian RBB selesai. Termasuk peluang pengembangan program TJSL berdasarkan hasil evaluasi bersama.
"Ukuran keberhasilan kami sederhana, apakah manfaatnya masih terasa ketika kegiatan ini sudah selesai. Semoga sinergi BUMN dan masyarakat membuat Boyolali dan Desa Kembang Kuning semakin maju, sejahtera, dan mandiri," harap Avirianto.
Koordinator TJSL Badan Pengaturan (BP) BUMN, Fahrudin, mengatakan bahwa Program RBB di Boyolali merupakan sebuah amanah yang diberikan oleh Pemerintah kepada BUMN untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Desa Kembang Kuning, Cepogo ini merupakan salah satu dari 11 Desa di seluruh Indonesia yang terpilih untuk kegiatan RBB 2026.
Pemilihan Desa untuk RBB ini juga melalui seleksi di BP BUMN. Menurutnya, kendati dalam waktu yang relatif singkat yakni 4 hari, program ini menjadi pembuktian bahwa BUMN tidak hanya fokus pada kegiatan bisnis utamanya.
"Program RBB ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial BUMN terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami berharap, apa yang dilakukan oleh AirNav Indonesia, Taspen maupun Jasindo, serta para relawan ini dapat dijaga dan dikembangkan oleh seluruh masyarakat desa, agar kebermanfaatannya bisa berjangka panjang dan lebih luas lagi," katanya.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, menyampaikan terima kasih dan bersyukur atas dipilihnya Desa Kembang Kuning ini menjadi salah satu desa dari 11 desa yang dipilih untuk pelaksanaan program RBB 2026. Bersamaan dengan moment HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ini merupakan kado untuk Pemkab Boyolali hingga Pemerintah Desa Kembang Kuning.
Menurut Bupati, program RBB merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat. Dirinya menilai, kehadiran para relawan tidak hanya diharapkan memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan, tetapi juga membantu membuka peluang ekonomi, mengembangkan potensi lokal, serta memperkuat pendidikan dan lingkungan.
"Semoga nanti bermanfaat untuk warga kami, tentunya juga bisa meningkatkan kesejahteraan dan potensi pariwisata di Kabupaen Boyolali," kata Agus.
Pihaknya juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan program saja. Tetapi menjadi awal dari kerja sama dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
"Karena pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta seluruh masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Desa Kembang Kuning, Yarmanto, juga menyampaikan terima kasih Desa Kembang Kuning, telah dipilih menjadi lokasi Relawan Bakti BUMN 2026 ini. Pihaknya berharap, kegiatan ini nantinya akan semakin memajukan desa Kembang Kuning dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami warga masyarakat Kembang Kuning mengucapkan banyak terima kasih dan tentunya syukur yang sangat dalam kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, adanya bakti BUMN, yang tahun ini kita Desa Kembang Kuning menjadi pilihan dari 11 desa se-Indonesia," ucap Yarmanto.
