Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang memperluas program bantuan seragam gratis tidak hanya bagi sekolah negeri, tetapi juga swasta pada tahun ini. Adapun sekolah yang tercakup bantuan yakni yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang.
Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, menyebut penerima bantuan tersebut untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Sekarang tambah dengan swasta. Kalau kemarin hanya negeri ya. Ini di kewenangan Dinas loh ya, SD loh ya. Kalau MI kan di Kemenag. Penambahannya itu, SD Swasta, maupun SMP negeri atau swasta," kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Rabu (10/6/2026).
Pemkab Batang pun telah menyiapkan anggaran anggaran miliaran rupiah untuk merealisasikan program itu. Besarnya bakal menyesuaikan dengan realisasi jumlah siswa baru yang diterima di sekolah agar tepat sasaran dan tidak melebihi kuota.
"Anggarannya kita berdasarkan jumlah kuota yang kita usulkan ke Kementerian, jumlah siswa yang akan diterima. Ini nanti yang diterima pasti tidak mungkin melebihi kuota kan, kalau kurang ya kita cairkan yang kurang. Sekitar Rp 3,8 miliar," jelas Bambang.
Adapun di jenjang SD negeri maupun swasta, seragam gratis diprediksi dapat diberikan untuk 15 ribu siswa. Sementara di jenjang SMP, program itu diperkirakan dapat menjangkau 8 ribu siswa. Seragam yang dibagikan yakni seragam merah putih dan biru putih.
"Perbedaan signifikan lain pada tahun ini terletak pada mekanisme pembuatan seragam. Pihak Disdikbud Batang menekankan agar perputaran ekonomi dari proyek ini tetap berada di wilayah Batang dengan cara mengutamakan penjahit lokal di sekitar sekolah," imbuh Bambang.
Bambang berharap, para penjahit lokal bisa proaktif mendatangi pihak sekolah yang berada di wilayahnya. Mekanisme anggarannya bakal dikelola langsung oleh pihak sekolah.
Soal kemungkinan adanya penjahit dari luar seperti Pekalongan, Bambang menegaskan program tersebut memprioritaskan untuk warga Batang.
"Harapannya wilayah Batang. Ya artinya setengah wajib ya kalau di sini. Saya kira tetap Batang banyak lah, tidak mungkin sampai mlayu (lari). Tapi misal sampai mlayu ke Pekalongan ya kebangetan. Kita utamakan yang di Batang. Bahasa utamakan berarti kalau Batang sudah tidak ada berarti kan boleh keluar dari wilayah. Tapi kalau selama Batang masih ada, ya jangan sampai ke luar daerah," pungkasnya.
Simak Video "Video: KSP Soroti Perizinan Lahan KITB"
(aku/apl)