Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, bersama jajarannya menyambangi perantau asal Brebes di Jakarta. Dia mengajak para perantau bersinergi untuk memajukan Brebes dan mewujudkan visi Brebes Beres.
Acara tersebut digelar dengan bentuk diskusi bertema Urun Rembug Brebes Beres untuk Indonesia yang Lebih Baik, yang digelar di Auditorium Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (19/4) lalu.
Di sana, Bupati Mitha juga mengenalkan visi 'Brebes Beres' yang merupakan komitmennya dalam melakukan transformasi besar-besaran. Bupati Mitha menekankan bahwa kemajuan Brebes tidak bisa hanya mengandalkan dana APBD semata, melainkan butuh sinergi kolektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga Pilar 'Brebes Beres'
Konsep 'Brebes Beres' dipaparkan sebagai pondasi daerah dalam mendukung agenda pembangunan nasional, yang mencakup tiga pilar utama:
1. Beres Birokrasinya: Layanan publik cepat, transparan, dan berbasis digital melalui Mall Pelayanan Publik serta penguatan Satu Data Brebes.
2. Beres Ekonominya: Mendorong hilirisasi pertanian-terutama bawang merah-dan digitalisasi UMKM agar produk lokal menembus pasar internasional.
3. Beres SDM-nya: Investasi pada manusia melalui pendidikan vokasi yang link and match dengan industri serta penguatan literasi digital.
Bupati Mitha juga turut para perantau Brebes untuk pulang ke 'rumah' secara gagasan maupun investasi. Dia menilai perantau merupakan aset strategis karena memiliki jaringan luas dan pengalaman.
"Kita tidak bisa lagi hanya bertumpu pada produksi bahan mentah. Brebes harus bergerak menuju hilirisasi agar petani memperoleh nilai tambah. Investasi terbesar kita bukan hanya pada infrastruktur, tapi pada manusia Brebes itu sendiri," tegas Bupati Mitha, melalui keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, yang turut hadir di acara tersebut menyampaikan pandangannya mengenai karakteristik masyarakat Brebes di Jakarta. Ia menyebut warga Brebes di Jakarta kritis, yang menurutnya merupakan bukti kepedulian.
"Orang Brebes itu wataknya kritis. Apa saja dikritik dulu, mau benar atau salah dikritik dulu. Namun, kita harus berprasangka baik bahwa itu adalah bentuk kepedulian. Sekarang, tidak ada pilihan lain selain kita semua harus support dan bareng-bareng membereskan Brebes," ujar Juri Ardiantoro.
Beliau juga menambahkan bahwa mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) membutuhkan akselerasi luar biasa. "Kalau kita lari, daerah lain juga lari. Maka sekecil apa pun inisatif kita, harus dilakukan sekarang untuk membantu percepatan perkembangan Brebes," tambahnya.
(afn/aku)











































