Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menghadirkan program menarik dalam menyambut HUT ke-497 Kota Semarang, yakni Tukar Botol Dapat Lumpia. Program tersebut juga ditargetkan untuk memecahkan rekor Muri.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam mendorong budaya ramah lingkungan sekaligus menguatkan identitas kota sebagai rumah kuliner legendaris.
"Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Botol bekas yang sering dianggap tidak bernilai, kini bisa ditukar menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Agustina dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Kamis (23/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga menjadi momentum kebersamaan warga di dalam merayakan HUT ke-479 Kota Semarang sekaligus memperkuat identitas Kota Semarang sebagai kota kreatif dan peduli lingkungan," lanjutnya.
Program 'Tukar Botol Dapat Lumpia' dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama yakni penukaran botol bekas, di mana masyarakat dapat menukarkan botol bekas pada 26-30 April 2026 di bank-bank sampah terdekat. Botol yang dikumpulkan akan ditukar dengan voucher lumpia gratis.
Tahap kedua yakni penukaran voucher. Voucher yang telah diperoleh kemudian dapat ditukarkan dengan lumpia pada 3 Mei 2026 pukul 08.00-11.00 WIB di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Pemkot Semarang menyediakan 5.000 porsi lumpia untuk dibagikan kepada masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi upaya Pemkot Semarang untuk memecahkan rekor Muri sebagai pembagian lumpia terbanyak berbasis gerakan peduli lingkungan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye Pemkot Semarang dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memperkuat citra Kota Semarang sebagai kota yang inovatif, ramah lingkungan, dan kaya akan budaya kuliner.
Agustina pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi, mengumpulkan botol bekas, dan menjadi bagian dari sejarah baru Kota Semarang.
