Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, memimpin langsung peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda tahap III dan IV di Dukuh Bolo Wetan, Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, hari ini. Achiruddin menyebut jembatan tersebut dibangun untuk membantu masyarakat.
Achiruddin mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Jembatan Garuda. Dia menegaskan, pembangunan ini sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat. Jembatan ini untuk membuka akses wilayah yang selama ini terisolir serta mempermudah mobilitas menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
"Kegiatan ini merupakan program strategis dari pemerintah," kata Achiruddin dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Selasa (31/3/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jembatan Garuda dibangun di atas Sungai Kaliwiru memiliki panjang 100 meter dan lebar 1,2 meter. Jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Bolo dengan Dukuh Pingkok.
Adapun pembangunan jembatan itu ditargetkan rampung dalam 20 hingga 25 hari. Pangdam menjelaskan, jembatan dibangun karena keterbatasan akses masyarakat yang selama ini harus menempuh jarak hingga cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas pendidikan anak-anak serta kegiatan ekonomi warga, termasuk petani dan pedagang.
"Ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI, kehadiran pemerintah untuk membantu kesulitan masyarakat yang ada," tegas Achiruddin.
Pada tahap III dan IV ini, Kodam IV/Diponegoro akan membangun total 60 unit Jembatan Garuda di berbagai wilayah, yang terdiri dari 49 jembatan gantung dan 11 jembatan beton.
Program ini melanjutkan keberhasilan tahap sebelumnya yang telah merealisasikan 48 jembatan di wilayah Jawa Tengah dan DIY, sebagai bagian dari program strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(dil/apu)











































