Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin, sudah memasuki satu tahun masa kepemimpinan. Selama periode tersebut, ketahanan fiskal Kota Semarang terbukti solid meski dalam tekanan efisiensi anggaran.
Ketahanan fiskal Kota Semarang terbukti solid meski terdapat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025.
Dalam laporan realisasi Kota Semarang Tahun Anggaran (TA) 2025 menunjukkan realisasi pendapatan daerah di angka 92,31%. Tercatat, sejumlah realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang tahun 2025 dapat melampaui target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekuatan PAD tersebut tercermin dari pajak hiburan mencapai 106,38% dan pajak restoran di angka 104,31%. Sementara pajak hotel mencapai 79,10%, lalu Sisa Lebih Pembiayaan (SiLPA) di angka Rp 186,9 Miliar.
Data tersebut mencerminkan ekonomi warga Kota Semarang yang adaptif. Sebab, daya beli masyarakat di sektor hiburan dan kuliner menguat meski belanja dinas pemerintah dipangkas yang mencerminkan resiliensi ekonomi kerakyatan sebagai penyangga utama.
"Angka-angka ini adalah cerminan nyata dari daya lenting (resilience) ekonomi warga yang luar biasa. Ketika belanja korporasi dan dinas pemerintah menyusut, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan, kuliner, dan kreatif. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini di masa penuh tantangan," papar Agustina dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Sabtu (21/2/2026).
Setahun kepemimpinan Agustina-Iswar diisi dengan berbagai upaya menjawab kebutuhan publik, mulai dari percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan layanan dasar, pemulihan, dan penggerakan ekonomi daerah, hingga lahirnya sejumlah inovasi kebijakan.
Agustina-Iswar pun menjawab berbagai tantangan di lapangan dengan menjadikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang tertinggi di Jawa Tengah (Jateng). Pemkot Semarang di bawah kepemimpinan Agustina-Iswar turut mendapat 25 penghargaan di tingkat nasional dan regional.
Berdasarkan Survei Litbang Kompas, capaian tersebut berhasil meningkatkan 83,6 persen warga yang mendorong IPM Kota Semarang tahun 2025 mencapai angka 85,80 di kategori sangat tinggi.
Berbagai capaian tersebut merupakan hasil dari penerapan lima tagline Agustina-Iswar, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
"Semarang Bersih diwujudkan melalui pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Saat ini terdapat 454 kontainer dan 237 TPS, serta 1.074 unit bank sampah yang melibatkan lebih dari 35 ribu warga. Sepanjang 2025, sebanyak 221.299 ton sampah dikelola dengan dampak ekonomi sirkular Rp 570 juta lebih," beber Agustina.
Selain itu, Pemkot juga melakukan penghijauan 16,58 hektare lahan dengan penanaman 46.510 bibit serta membangun tiga ruang terbuka hijau baru.
"Semarang Sehat ditandai peningkatan peserta Universal Health Coverage (UHC) dari 98 ribu orang pada 2024 menjadi 228 ribu warga di 2025. Empat puskesmas dan tiga puskesmas pembantu dibangun selama setahun terakhir," tuturnya.
Kemudian, angka stunting juga ditekan dari 5.480 kasus menjadi 3.560 kasus. Sementara skrining Tuberkulosis (TB) 2025 menemukan 6 ribuan kasus, turun dibanding 2024 sebanyak 7 ribuan kasus. Sementara angka harapan hidup kini berada di 78,72 tahun.
"Semarang Cerdas diwujudkan lewat penyaluran beasiswa bagi ribuan siswa dan mahasiswa kurang mampu, pembangunan serta rehabilitasi ratusan ruang kelas, hingga program sekolah swasta gratis yang menjangkau 129 sekolah pada 2025 dan akan diperluas menjadi 135 sekolah pada 2026," tuturnya.
Agustina menyebut, saat ini angka putus sekolah tingkat SD tercatat 0 persen dan SMP 0,01 persen. Kemudian untuk indeks literasi sebesar 82,16 persen dan numerasi 77,74 persen.
"Semarang Makmur bertumpu pada penguatan UMKM dan ekonomi kreatif. Event 'Semarang 10K' yang diikuti 3.000 peserta turut menggerakkan sektor pariwisata dan hiburan," ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkot juga mendaftarkan 7.217 pekerja rentan dalam program BPJS Ketenagakerjaan melalui Pijar Semar.
"Insentif diberikan kepada ribuan guru keagamaan, marbot, modin, hingga pendidik PAUD. Selain itu, pembebasan PBB diberikan kepada 98.847 wajib pajak dan pembebasan BPHTB kepada 97.847 wajib pajak," paparnya.
Selanjutnya, Semarang Tangguh difokuskan pada penanganan banjir dan infrastruktur. Selama setahun kepemimpinannya bersama Iswar, Agustina mengklaim wilayah genangan rob berkurang.
"Telah mengentaskan wilayah genangan banjir rob seluas 230,98 hektare. Pada 2024 wilayah genangan berada di 3,29 persen dan tahun 2025 turun menjadi 2,71 persen," ujarnya.
"Pemeliharaan jalan kota sepanjang kurang lebih 25,8 km. Pemeliharaan 56 saluran kota dan sungai. Pemeliharaan median. Penanganan Jembatan Srondol-Sekaran, dan pemeliharaan jalur pedestrian," tambahnya.
(aku/aku)
