Capaian Setahun Walkot Agustina: IPM Naik-Wilayah Rob Berkurang

Capaian Setahun Walkot Agustina: IPM Naik-Wilayah Rob Berkurang

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Jumat, 20 Feb 2026 22:03 WIB
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti (kiri) bersama Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin (kanan) di Balai Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Jumat (20/2/2026).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti di Balai Kelurahan Rejosari, Semarang Timur, Jumat (20/2/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin memaparkan sejumlah capaian selama satu tahun kepemimpinan. Mereka mengklaim Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dan genangan mulai turun.

Hal itu disampaikan Agustina di Balai Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur. Agustina menyebut, tahun pertama kepemimpinannya fokus menjawab kebutuhan publik mulai dari penguatan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, penggerakan ekonomi, hingga reformasi birokrasi.

"Angka-angka ini adalah cerminan nyata dari daya lenting ekonomi warga yang luar biasa. Ketika belanja korporasi dan dinas pemerintah menyusut, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan, kuliner, dan kreatif. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif kitalah yang menjadi penyangga vital kota ini di masa penuh tantangan," kata Agustina di Balai Kelurahan, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyebut, dari visi yang diandalkannya bersama Iswar, bukan sekadar meraih 25 penghargaan baik nasional maupun regional, tetapi juga mampu meningkatkan kepuasan 83,6 persen warga, menurut Survei Litbang Kompas dan mendorong IPM 2025 ke angka 85,80.

ADVERTISEMENT

"IPM 2025 mencapai 85,80 atau masuk kategori sangat tinggi. Angka itu diklaim menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah," ujarnya.

Dari sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 mencapai 92,31 persen. Pajak hiburan melampaui target hingga 106,38 persen dan pajak restoran 104,31 persen. Sementara pajak hotel berada di angka 79,10 persen. Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tercatat Rp 186,9 miliar.

"Angka-angka tersebut menjadi cerminan denyut nadi ekonomi masyarakat yang adaptif. Ketika belanja dinas pemerintah dipangkas, daya beli masyarakat justru mengalir kuat ke sektor hiburan dan kuliner. Ini menunjukkan resilience ekonomi kerakyatan yang menjadi penyangga vital," tuturnya.

Diketahui, Agustina-Iswar mengusung lima tagline pembangunan dalam kepemimpinannua, yakni Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh.

"Semarang Bersih diwujudkan melalui pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Saat ini terdapat 454 kontainer dan 237 TPS, serta 1.074 unit bank sampah yang melibatkan lebih dari 35 ribu warga. Sepanjang 2025, sebanyak 221.299 ton sampah dikelola dengan dampak ekonomi sirkular Rp 570 juta lebih," urainya.

Selain itu, Pemkot juga melakukan penghijauan 16,58 hektare lahan dengan penanaman 46.510 bibit serta membangun tiga ruang terbuka hijau baru.

"Semarang Sehat ditandai peningkatan peserta Universal Health Coverage (UHC) dari 98 ribu orang pada 2024 menjadi 228 ribu warga di 2025. Empat puskesmas dan tiga puskesmas pembantu dibangun selama setahun terakhir," tuturnya.

Kemudian, angka stunting juga ditekan dari 5.480 kasus menjadi 3.560 kasus. Sementara skrining Tuberkulosis (TB) 2025 menemukan 6 ribuan kasus, turun dibanding 2024 sebanyak 7 ribuan kasus. Sementara angka harapan hidup kini berada di 78,72 tahun.

"Semarang Cerdas diwujudkan lewat penyaluran beasiswa bagi ribuan siswa dan mahasiswa kurang mampu, pembangunan serta rehabilitasi ratusan ruang kelas, hingga program sekolah swasta gratis yang menjangkau 129 sekolah pada 2025 dan akan diperluas menjadi 135 sekolah pada 2026," tuturnya.

Agustina menyebut, saat ini angka putus sekolah tingkat SD tercatat 0 persen dan SMP 0,01 persen. Kemudian untuk indeks literasi sebesar 82,16 persen dan numerasi 77,74 persen.

"Semarang Makmur bertumpu pada penguatan UMKM dan ekonomi kreatif. Event 'Semarang 10K' yang diikuti 3.000 peserta turut menggerakkan sektor pariwisata dan hiburan," ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkot juga mendaftarkan 7.217 pekerja rentan dalam program BPJS Ketenagakerjaan melalui Pijar Semar.

"Insentif diberikan kepada ribuan guru keagamaan, marbot, modin, hingga pendidik PAUD. Selain itu, pembebasan PBB diberikan kepada 98.847 wajib pajak dan pembebasan BPHTB kepada 97.847 wajib pajak," paparnya.

Selanjutnya, Semarang Tangguh difokuskan pada penanganan banjir dan infrastruktur. Selama setahun kepemimpinannya bersama Iswar, Agustina mengklaim wilayah genangan rob berkurang.

"Telah mengentaskan wilayah genangan banjir rob seluas 230,98 hektare. Pada 2024 wilayah genangan berada di 3,29 persen dan tahun 2025 turun menjadi 2,71 persen," ujarnya.

"Pemeliharaan jalan kota sepanjang kurang lebih 25,8 km. Pemeliharaan 56 saluran kota dan sungai. Pemeliharaan median. Penanganan Jembatan Srondol-Sekaran, dan pemeliharaan jalur pedestrian," tambahnya.



(afn/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads