Jateng-Jepang Perkuat Kerja Sama, Ada Peluang Jenjang Karir hingga Manajer

Jateng-Jepang Perkuat Kerja Sama, Ada Peluang Jenjang Karir hingga Manajer

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 24 Jan 2026 08:45 WIB
Wagub Jateng, Taj Yasin, saat bertemu dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat.
Wagub Jateng, Taj Yasin, saat bertemu dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Pemprov Jateng.
Semarang -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dan Jepang terus memperkuat kerja sama tidak hanya dalam hal penempatan tenaga kerja. Kerja sama tersebut pun kini membuka peluang tenaga kerja asal Jateng dapat menempati posisi sebagai manager di perusahaan di Jepang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen, usai menerima kunjungan kehormatan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat pada Jumat (23/1/2026) malam. Mereka membahas soal penguatan kerja sama sektor ketenagakerjaan, pendidikan vokasi, dan promosi peningkatan investasi Jepang di Jateng.

"Pemerintah Prefektur Kagawa menyampaikan ketertarikannya terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) Jawa Tengah. Bahkan, mereka berharap pekerja dari Jateng tidak hanya bekerja dalam jangka waktu tertentu, tetapi juga dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi head manager di perusahaan-perusahaan Jepang," kata Taj Yasin seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Sabtu (24/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taj Yasin menyebut, kepercayaan tersebut mencerminkan indikator kualitas dan etos kerja tenaga kerja asal Jateng semakin diakui di tingkat internasional. Terlebih, lanjutnya, Jateng memiliki modal kuat untuk mendukung kebutuhan industri Jepang.

Setiap tahunnya, Jateng dapat menghasilkan sekitar 245 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai bidang keahlian strategis, mulai dari manufaktur, otomotif, konstruksi, pertanian modern, pariwisata, hingga pelayanan keperawatan lansia.

ADVERTISEMENT

"Kami terus melakukan standarisasi kompetensi, sertifikasi, dan penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri global," kata Taj Yasin.

Wagub Jateng, Taj Yasin, saat bertemu dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat.Wagub Jateng, Taj Yasin, saat bertemu dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Pemprov Jateng

Jumlah pekerja migran asal Jateng di Jepang pun terus meningkat. Pada 2024, jumlah pekerja asal Jateng di Jepang sebanyak 3.760 orang. Sementara pada pada 2025 menjadi 5.712 orang atau naik sekitar 52 persen.

Taj Yasin juga mendorong industri asal Jepang untuk lebih banyak berinvestasi di Jateng. Sebab, dia menjelaskan, tidak seluruh warga Jateng harus bekerja ke luar negeri. Dengan begitu, mendekatkan industri Jepang ke dalam negeri menjadi strategi penting untuk membuka lapangan kerja lokal.

"Kami berharap industri-industri Jepang bisa semakin banyak masuk ke Jawa Tengah. Kami siap memberikan dukungan penuh berupa kemudahan investasi," tegasnya.

Pemprov Jateng telah menyiapkan beberapa proyek strategis di bidang energi, industri manufaktur, kawasan pertanian terintegrasi, kawasan perikanan terpadu, dan pariwisata berkelanjutan.

Taj Yasin menerangkan, Pemprov Jateng telah menerapkan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dengan proses yang semakin sederhana. Selain itu, pihaknya menyediakan berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, serta pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku industri manufaktur.

Jepang pun konsisten menjadi salah satu investor utama di Jateng. Adapun nilai investasinya mencapai Rp 24,216 triliun sepanjang 2021-2025, menempatkannya di peringkat ketiga investor terbesar.

Jepang pun telah berinvestasi di beberapa daerah strategis di Jateng seperti di Jepara, Batang, Kota Semarang, Pemalang, dan Kendal. Investasi tersebut didominasi sektor listrik, gas, air, tekstil, kendaraan bermotor, mesin, dan elektronik.

Sementara itu, Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Jateng. Pekerja asal Jateng mencapai sekitar sejumlah 4.000 orang di berbagai sektor industri di wilayah Kagawa.

"Mereka bekerja dengan baik dan telah menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian daerah kami," kata Ikeda.

Ikeda pun menjamin tenaga kerja Indonesia dapat hidup dengan aman dan nyaman selama bekerja di Jepang. Salah satunya yakni dengan memberikan dukungan pendidikan bahasa Jepang sebelum keberangkatan.

"Sebagai pemerintah daerah, kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia dapat beradaptasi dengan baik. Karena itu, kami berusaha memberikan dukungan pendidikan bahasa Jepang sejak sebelum mereka berangkat," ujarnya.

Wagub Jateng, Taj Yasin, saat bertemu dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat.Wagub Jateng, Taj Yasin, saat bertemu dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito, di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Pemprov Jateng

Bahkan, Ikeda berharap tenaga kerja asal Jateng dapat terus bertambah di wilayahnya, seiring dengan semakin baiknya kualitas pendidikan dan pelatihan di Jateng.

Selanjutnya, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Syamsudin Isnaeni, menyambut baik terbukanya peluang kerja sama dengan Prefektur Kagawa, khususnya dalam mendukung penyerapan tenaga kerja melalui jalur pendidikan. Dia menyebut penguasaan bahasa Jepang untuk lulusan SMA dan SMK menjadi salah satu kunci utama untuk bekerja di Negeri Sakura.

"Kami akan mulai menyiapkan pelatihan bahasa Jepang, khususnya di SMK, untuk anak-anak yang memang memiliki cita-cita atau keinginan bekerja di Jepang," kata Syamsudin.

Syamsudin menjelaskan, program pelatihan bahasa Jepang tersebut bakal dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, seiring dengan adanya program Go Global yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa di tingkat SMK.

"Program ini juga akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Namun sebelum pelatihan, kami lakukan proses identifikasi. Anak harus benar-benar punya keinginan ke Jepang, dan orang tua juga harus mendukung," pungkasnya.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads