Tarian Rakyat Topeng Ireng Buka Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026

Hari Desa Nasional

Tarian Rakyat Topeng Ireng Buka Puncak Peringatan Hari Desa Nasional 2026

Tara Wahyu NV - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 10:47 WIB
Sajian tari Topeng Ireng dari Boyolali membuka gelaran puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Kamis (15/1/2026).
Sajian tari Topeng Ireng dari Boyolali membuka gelaran puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Kamis (15/1/2026). Foto: 20detik
Boyolali -

Sajian tari Topeng Ireng dari Boyolali membuka gelaran puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali pagi ini. Puluhan ribu peserta yang hadir di puncak acara dibuat takjub dengan tarian Topeng Ireng.

Tarian itu turut mengiringi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di lokasi puncak acara. Mendes Yandri didampingi oleh Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, Menteri Perdagangan Budi Santosa, Wamendagri Alhamad Wiyagus, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Selain itu hadir pula Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda l, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Boyolali Agus Irawan, dan kepala daerah setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para tamu undangan duduk di kursi yang telah disiapkan. Selanjutnya, Mendes Yandi beserta peserta Hari Desa Nasional 2026 menyaksikan tarian topeng ireng dari Duta Seni Pelajar Kabupaten Boyolali.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, tarian Topeng Ireng berasal dari kata Toto Lempeng Irama Kenceng. Toto berarti menata, lempeng memiliki arti lurus, irama memiliki arti nada, dan kenceng berarti keras. Gugur gunung mempunyai arti gotong royong kebersamaan untuk membangun bersama.

Tarian Topeng Ireng Gugur gunung Boyolali merupakan tarian rakyat Boyolali yang menampilkan kerampakan, kebersamaan, satu padu, kekompakan, dan kegotong-royongan. Karakter tari mengacu pada gerak-gerak alam Boyolali. Gerak sederhana yang mudah dilakukan adalah bagian dari karakter masyarakat desa yang mudah berbaur dengan orang lain.

Kostum memakai topeng dengan bentuk yang sama adalah wujud kesejajaran, kesetaraan, keseimbangan dalam kehidupan masyarakat desa. Menggunakan mahkota Kuluk dari bulu-bulu unggas yang ada di alam Boyolali mewujudkan kedekatan manusia dengan alam termasuk pola gerakan yang mengacu pada jilatan api Gunung Merapi Mboyolali.

Kerincing atau klinthing kaki membuat suasana riuh terinspirasi dari hiruk pikuknya suasana ketika gunung merapi bereaksi. Namun hal itu adalah bagian dari keseimbangan alam yang indah dalam kehidupan masyarakat Boyolali.

Di puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini dihadiri puluhan ribu peserta. Para peserta merupakan seluruh kepala desa se-Jawa Tengah, Asosiasi Desa se-Indonesia, OPD Jawa Tengah dan Boyolali. Selain itu juga dihadiri Forkopimda Jawa Tengah dan Boyolali, Ketua PKK se-Jawa Tengah serta para menteri Kabinet Merah Putih.

Dan untuk menyaksikan live streaming silakan klik:

- detikPagi
- Tiktok detikcom
- Youtube detikcom
- Banner detik.com, detikjateng, detiknews

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia (Tbk)



(ahr/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads