Berbagai jenis UMKM turut meramaikan puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali. Selain UMKM, ada juga jasa layanan terapi bekam menggunakan tanduk sapi liar.
Jasa unik yang ditawarkan warga asal Pacitan, Kabul Pamungkas (72), berada tak jauh dari venue acara di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.
Tanduk-tanduk sapi liar berukuran besar disiapkan di lapaknya yang tergelar di badan jalan. Ia mencontohkan bekam menggunakan tanduk itu kepada para pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengunjung antusias melihat dirinya menyalakan api menggunakan sitrus ke dalam tanduk, sehingga tanduk bisa menempel di kakinya.
Kabul menjelaskan, bekam tanduk sapi liar memiliki teknik khusus yang dipercaya mampu melancarkan peredaran darah hingga mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Terapi ini dilakukan dengan menempelkan tanduk pada titik-titik urat saraf tertentu.
"Tekniknya ini untuk membuka urat-urat yang terjepit. Satu untuk melancarkan peredaran darah, dua pencernaan, tiga faktor urat. Kalau urat besar nggak lancar bisa mengakibatkan kelumpuhan," ujar Kabul kepada detikJateng di lokasi, Kamis (15/1/2026).
Kabul Pamungkas (72), pemilik jasa layanan terapi bekam menggunakan tanduk sapi liar di acara peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Ia menyebut, terapi ini juga kerap diminati penderita asam urat, rematik, hingga gangguan asam lambung. Bahkan, kata dia, hasilnya bisa langsung dirasakan dalam waktu singkat.
"Ini spontan langsung sembuh. Yang nggak bisa jongkok, langsung kita suruh jongkok, bisa. Yang sakit pinggang, 15 menit sudah hilang sakitnya," jelasnya.
Dalam praktiknya, tanduk sapi liar diletakkan di titik urat saraf. Tanduk itu juga sudah dibersihkan menggunakan alkohol terlebih dahulu.
"Ini pakai spiritus atau alkohol supaya toksin-toksin hilang," ucap Kabul sambil menunjukkan peralatannya.
"Untuk satu kali terapi, tarifnya Rp 100 ribu. Dari kemarin ada 15-20 orang. Keluhannya mayoritas asam urat, urat kejepit, rematik, asam lambung," lanjutnya.
Kabul menambahkan, mayoritas pengunjungnya adalah laki-laki, meski perempuan juga ada. Ia menyebut, kebanyakan pasien perempuan meminta dibekam di rumah.
"Karena kan untuk menjaga aurat, jadi nanti manggil buat dibekam di rumah," tuturnya.
Ia menjelaskan, tanduk yang digunakannya itu bukan berasal dari kerbau, melainkan tanduk sapi liar, karena tanduk kerbau sudah sulit dicari.
"Asal mulanya dari zaman dulu Mbah saya, mulai ini dari tahun 1975 sampai sekarang. Ini (tanduk) asalnya dari NTB (Nusa Tenggara Barat), turun-temurun," ujarnya.
Khusus untuk mengikuti Hari Desa Nasional 2026, Kabul mengaku sudah berangkat sejak Selasa dan mulai membuka layanan sejak pagi.
"Tadi buka jam 08.00 WIB. Harapannya ya laris manis. Ramai kok ini acaranya, jadi optimis bisa meningkat pasiennya," harap Kabul.
Salah satu pengunjung, Kepala Desa Suruh Tasikmadu, Kabuoaten Karanganyar, Gunowo (60), mencoba jasa unik tersebut. Ia tampak dibekam di punggung, kaki, dan leher.
"Tadi keluhannya stamina, syahwatnya kurang, sering pusing, dan tensinya tinggi. Ini dari Karanganyar. Langsung ke sini, kebetulan ada terapi langsung ikut," ujarnya kepada detikJateng.
"Rasanya hangat. Nggak sakit sih. Baru ini nyobain bekam, semoga setelah ini bisa langsung sembuh, sehat," lanjutnya.
Kabul Pamungkas (72), pemilik jasa layanan terapi bekam menggunakan tanduk sapi liar di acara peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Di puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini dihadiri puluhan ribu peserta. Para peserta merupakan seluruh kepala desa se-Jawa Tengah, Asosiasi Desa se-Indonesia, OPD Jawa Tengah dan Boyolali. Selain itu juga dihadiri Forkopimda Jawa Tengah dan Boyolali, Ketua PKK se-Jawa Tengah serta para menteri Kabinet Merah Putih
Untuk menyaksikan live streaming, detikers bisa mengakses melalui:
- detikPagi
- Tiktok detikcom
- Youtube detikcom
- Banner detik.com, detikjateng, detiknews
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia (Tbk)


