2 Warga Sumut Diciduk gegara Bacok Warga di Salatiga

2 Warga Sumut Diciduk gegara Bacok Warga di Salatiga

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Jumat, 02 Okt 2026 13:23 WIB
Dua pelaku pembacokan pria di depan UKSW Salatiga diperiksa polisi.
Dua pelaku pembacokan pria di depan UKSW Salatiga diperiksa polisi. Foto: Dok. Polres Salatiga
Salatiga -

Dua orang asal Sumatera Utara dibekuk anggota Polres Salatiga. Mereka diduga melakukan pembacokan di depan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jalan Diponegoro, Kota Salatiga.

"Masing-masing berinisial MRT (26), warga Lau Bekeri, Kabupaten Deli Serdang, dan PHS (26), warga Surbakti, Kabupaten Karo," kata Kasat Reskrim Polres Salatiga, AKP Radytya Triatmaji Pramana dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Jumat (2/9/2026).

"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, MRT diduga berperan sebagai pengendara sepeda motor, sedangkan PHS merupakan pembonceng yang diduga melakukan penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis golok atau bendo," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Radytya menjelaskan peristiwa pembacokan itu terjadi pada Jumat (25/9/2026) menjelang pagi hari. Korban diketahui tengah melakukan perjalanan pulang dari Kota Semarang ke Kabupaten Semarang.

ADVERTISEMENT

"Untuk kronologis peristiwanya, bermula ketika korban, Khoirul Anwar, seorang laki-laki berusia 28 tahun, dalam perjalanan pulang dari tempatnya bekerja sebagai penjual nasi goreng di wilayah Banyumanik, Kota Semarang, menuju rumahnya di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang," ujar Radytya.

"Korban mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU 150 warna hitam nopol H-2907-AGC, sekitar pukul 03.45 WIB, saat melintas di depan Kampus UKSW dari arah Jetis menuju Kota Salatiga, korban beriringan dengan dua orang yang mengendarai sepeda motor," imbuhnya.

Menurut Radytya, sepeda motor itu lalu mendekati korban. Salah satu di antara dua pelaku itu kemudian menyabetkan golok ke arah korban.

"Kemudian secara tiba-tiba sepeda motor yang ditumpangi kedua terduga pelaku mengerem dan berbalik arah mendekati korban. Korban kemudian sempat meminta maaf kepada kedua orang tersebut, namun situasi kemudian berubah ketika salah satu terduga pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis golok atau bendo dan mengayunkannya ke arah korban," terangnya.

Radytya mengungkapkan setidaknya ada lima kali tebasan golok yang diarahkan ke helm yang dipakai korban dan ke tubuh korban. Akibat serangan ini, korban terluka.

"Senjata tajam tersebut diduga diayunkan sebanyak dua kali ke arah helm korban dan kemudian kembali ditebaskan sebanyak tiga kali ke arah tubuh korban," ungkap Radytya.

"Korban yang berusaha melindungi diri dengan menangkis menggunakan tangan kanan, yang akibatnya mengalami luka cukup serius pada tangan kanan, termasuk putusnya tendon pada bagian telapak tangan serta kehilangan banyak darah," lanjutnya.

Korban lantas berupaya menyelamatkan dirinya dengan pergi ke arah Pasar Raya. Radytya mengungkapkan korban kemudian ditolong penjual sayur dan dibawa ke rumah sakit.

"Dalam kondisi terluka, korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke arah Kota Pasar Raya Salatiga dan meminta pertolongan kepada seorang penjual sayur yang berada di sekitar lokasi," kata Radytya.

"Penjual sayur tersebut kemudian membantu korban dan mengantarkannya ke RS Puri Asih Salatiga untuk mendapatkan pertolongan medis," tambahnya.

Radytya menyebut polisi masih melakukan penyidikan terhadap tindak pidana ini. Motif pembacokan hingga peran masing-masing pelaku masih didalami.

"Saat ini proses penyidikan masih berjalan dan kami terus mendalami peran masing-masing terduga pelaku serta motif kejadian," pungkas Radytya.

Simak juga Video 'Kronologi Sopir Truk Bacok Petugas SPBU di Mamuju':

(alg/apu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads