Polrestabes Semarang bakal menggelar rekonstruksi kasus kematian Mozza Axilia Gunarsa (18). Rekonstruksi yang semula akan digelar pekan ini ditunda menjadi pekan depan.
"Barusan kami koordinasi dengan kejaksaan, memang awalnya rekonstruksi akan dilaksanakan minggu ini, tetapi karena ada kegiatan lainnya sehingga rekonstruksi ditunda pekan depan," kata Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang, Kompol Ni Made Sriniti saat dihubungi detikJateng via telepon, Senin (28/9/2026).
Ia mengatakan untuk tanggal pastinya nanti akan dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan. Menurutnya, rekonstruksi akan dihadiri tersangka MDVA (22) dan beberapa orang pengganti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari koordinasi sih tidak dihadiri keluarga, hanya nanti ada tersangka dan pengganti. Kemudian alat yang digunakan, untuk seperti simulasi saat kejadian," tuturnya.
Ia menyebut, penyidik telah berkoordinasi dengan kejaksaan untuk memastikan seluruh tahapan reka ulang adegan berjalan sesuai kebutuhan penyidikan. Nantinya, dari rekonstruksi tersebut bisa muncul fakta-fakta baru.
"Dari giat tersebut nanti tujuannya membuat terang suatu perkara dan juga bisa ditemukan fakta-fakta baru. Giat rencananya dilakukan di TKP, di Candisari dan Tembalang, itu rencananya, terutama adegan paling banyak kan di kamar kos Candisari," ucapnya.
Pelaksanaan rekonstruksi tersebut juga turut mempertimbangkan faktor keamanan, agar seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan lancar dan aman. Ia pun akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk memutuskan apakah rekonstruksi itu bisa diliput media atau tidak.
"Kami juga mempertimbangkan keamanan, kalau dibutuhkan untuk transparansi nanti bisa mengundang media, tapi saya masih butuh pertimbangan dari pihak lainnya juga," kata Sriniti.
Sebelumnya diberitakan, polisi mengungkap Mozza Axillia Gunarsa (18), perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang, yang hilang setahun lalu, ternyata dibunuh. Pelaku merupakan teman pria korban.
"Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," kata Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana saat dihubungi detikJateng, Jumat (4/9).
Dari bukti chat itu, polisi melakukan penelusuran di Kota Semarang. Bodia menyebut pihaknya pergi ke sebuah kos di Jalan Sriwijaya dan mendapat petunjuk terduga pelaku pria bernama Very Dwi Anggara (22).
Motif pembunuhan itu ternyata dipicu karena cemburu. Korban dan pelaku sempat cekcok hingga akhirnya terjadi penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Mozza.
Setelahnya, jasad korban dimasukkan ke dalam karung dan dibuang pelaku di sekitar jurang Tol Jangli Semarang. Very akhirnya ditangkap di kampung halamannya di Blora pada Kamis (3/9) malam.
"Penangkapan di lapangan voli. Terus diinterogasi akhirnya mengaku, terus dibawa ke Semarang. Ada perangkat desa untuk menyaksikan juga," jelas Kaolsek Banjarejo AKP Gembong Widodo saat dimintai konfirmasi detikJateng via ponsel, Sabtu (5/9).
(ams/ahr)
