Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan dalam kasus korupsi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Terbaru KPK melakukan penggeledahan ruangan wakil rektor dan Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Agus Nur Hadie dan mengamankan dokumen hingga ponsel.
"Dari kehadiran mereka mengambil dokumen, saya sendiri kurang tahu dokumen yang dibawa apa. Tapi ada juga HP yang disita oleh petugas. Tentang materi, silakan ditanyakan kepada petugas KPK," kata Agus saat ditemui di sela apel rutin di Pendopo Sipanji Purwokerto, Senin (14/9/2026).
Agus mengatakan KPK melakukan penggeledahan ke ruangannya pada Kamis (10/9) kemarin. Ia menepis isu bahwa dirinya 'menghilang' usai dilakukan penggeledahan KPK. Pasalnya pascakegiatan tersebut Agus tidak diketahui keberadaannya, bahkan ponsel miliknya juga tidak bisa dihubungi hingga hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian berkaitan dengan saya, saya setelah dihadiri atau dirawuhi KPK, melaksanakan tugas seperti biasa. Hari Kamis siang sampai malam juga rapat dengan Pak Bupati, Jumat juga iya. Kemudian hari ini juga melakukan tugas seperti biasa," terangnya.
Agus Nur Hadie akhirnya hari ini terlihat saat apel rutin yang digelar di halaman pendopo Bupati Banyumas. Pantauan detikJateng apel pagi dimulai sekitar pukul 07.20 WIB. Apel tersebut dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banyumas, Junaidi.
Para peserta apel awalnya nampak biasa saja. Namun ketika Sekda Banyumas muncul gabung di barisan peserta apel pada pukul 07.29 WIB, raut wajah peserta nampak canggung.
Kehadirannya turut membuat awak media terkejut. Pasalnya, nomor ponsel Agus sejak Jumat sudah tidak bisa dihubungi.
Agus ikut kegiatan apel sekitar satu menit. Dirinya kemudian keluar dari barisan saat menyadari ada beberapa awak media yang hadir saat apel tersebut.
Ia langsung menghampiri awak media untuk berbincang. Meskipun saat itu Junaidi masih memberikan arahan dan kegiatan apel masih berlangsung. Ditemui disela apel, Agus membenarkan bahwa ruangannya digeledah KPK pada hari Kamis (10/9) lalu.
"Betul, memang hari Kamis siang ya sekitar jam 2, ruangan kami dirawuhi petugas KPK," kata Agus kepada wartawan, Senin (14/9).
