KPK memeriksa Kepala Bulog Kanwil Jawa Tengah (Jateng), Sri Muniati, terkait kasus penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) beras, bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH). Sri akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini.
"SRM, Kepala BULOG Kanwil Jawa Tengah," ucap Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (9/9/2026), dilansir detikNews.
Selain Sri, penyidik turut memanggil 37 saksi lainnya. Hanya saja Budi belum menjelaskan pendalaman yang akan dilakukan oleh penyidik kepada para saksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemeriksaan dilakukan di Polres Kabupaten Brebes," kata Budi.
Sebelumnya, KPK juga sudah memeriksa Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) alias Rudy Tanoe. KPK mendalami kontrak penyaluran bantuan beras itu yang tidak sesuai.
"Dalam pemeriksaan tersebut tentunya didalami bagaimana proses dan mekanisme pengadaan penyaluran bansos beras," terang Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (12/8).
Budi menyampaikan, dalam ketentuan yang terdapat di kontrak, bansos itu seharusnya sampai langsung ke rumah penerima manfaat. Namun, dalam kasus ini, bansos itu tidak langsung ke penerima manfaat, melainkan hanya ke kelurahan.
"Namun demikian, penyaluran yang dilakukan oleh para distributor ini, para vendor yang mengerjakan pengadaan penyaluran bansos beras ini tidak sampai ke titik penerima tapi hanya sampai di kelurahan-kelurahan," ucapnya.
Menurut Budi, KPK menemukan ada ketidaksesuaian dengan kontrak yang disepakati dalam kasus ini. Selain itu, KPK mendalami soal nilai kontrak dan biaya yang dikeluarkan dalam penyaluran bansos.
"Yang artinya ini juga bergeser dari kontrak yang disepakati oleh pihak Kemensos dengan para penyedia jasa," sebutnya.
Rudy telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini. KPK mengumumkan lima tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi distribusi bansos Kemensos tahun 2020, yang terdiri atas tiga perseorangan dan dua korporasi.
Selain itu, KPK telah mencegah bepergian ke luar negeri terhadap empat orang terkait kasus ini. Mereka adalah Komisaris Utama PT Dosni Roha, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT); Direktur Operasional DNR Logistics tahun 2021-2024, Herry Tho (HT); Direktur Utama DNR Logistics tahun 2018-2022, Kanisius Jerry Tengker (KJT); serta Staf Ahli Menteri Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Kemensos, Edi Suharto (ES).
