Pembunuh Mozza Axillia Gunarsa (17), MDVA (22) mengaku melakukan aksi sadisnya di dalam kamar kos Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Sebelumnya keduanya terlibat cekcok.
Usai tewas, jasad korban dimasukkan ke dalam karung lalu dibuang di Tol Jangli Semarang.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyebut pembunuhan dilakukan tepatnya di dalam kamar kos pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Pembunuhan dilakukan di dalam) Kamar kosnya terduga pelaku," kata Bodia saat dihubungi detikJateng, Jumat (4/9/2026).
Bodia menjelaskan cara bertindak pelaku untuk menghabisi nyawa Mozza yakni dengan mencekik lehernya.
"(Membunuh dengan cara) Dicekik," ungkap Bodia.
Usai nyawanya dihabisi, Bodia menyebut pelaku memasukkan korban ke dalam karung. Tubuhnya lalu dibawa menggunakan motor.
"Dimasukkan karung, dibawa naik motornya korban. Iya (dilakukan setelah mencekik korban)," terang Bodia.
Alasan pelaku mencekik korban yakni karena terjadi adu mulut sebelumnya. Namun, Bodia tidak merinci persoalan apa yang membuat mereka cekcok.
"Dari interogasi awal, terduga itu mengakui bahwa telah terjadi cekcok antara terduga dengan orang hilang," kata Bodia.
Bodia menuturkan tubuh korban dibuang di jurang Tol Jangli, Kota Semarang. Pelaku menunjukkan lokasi pembuangan korban setelah ditangkap.
"Dari situ kita laksanakan interogasi lebih lanjut. Yang bersangkutan, terduga pelaku ini menunjukkan lokasi di mana tubuh korban terakhir diletakkan yaitu di lereng Tol Jangli," jelas Bodia.
Bodia menjelaskan pelaku menunjukkan tempat pembuangan jasad Mozza pada Kamis (3/9) malam. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, pengambilan kerangka korban beserta barang bukti lain dilakukan Jumat (4/9).
"Dari situ kita malam itu karena visibilitas lokasi itu minim sekali dan kecuramannya yang lumayan, eh kita laksanakan tadi siang. Tadi siang kita laksanakan, setelah itu kita dibantu dengan Inafis Tabes, Polrestabes Semarang serta tim SAR karena posisi lereng curam, kita laksanakan evakuasi," ujar Bodia.
Bodia membeberkan kerangka korban ditemukan dalam keadaan utuh. Baju dan jepit rambut korban juga turut ditemukan.
"Evakuasi itu kita mendapati satu kerangka utuh, masih utuh dari kepala sampai kaki dengan beberapa eh kain yang membalut badan. Mungkin bisa dibilang baju maupun ada jepit rambut ya," terang Bodia.
Diberitakan sebelumnya, Mozza Axillia Gunarsa (18), perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang yang hilang setahun lalu ternyata dibunuh. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, mengungkapkan pihaknya mendapatkan alat bukti baru beberapa minggu lalu. Bukti itu berupa chat Instagram korban dengan pelaku.
"Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," kata Bodia saat dihubungi detikJateng, Jumat (4/9/2026).
"Di situ itu ada beberapa komunikasi dengan terduga yang kita duga kuat merupakan seseorang yang berinteraksi terakhir dengan orang hilang tersebut ya," imbuhnya.
Setelah serangkaian proses penyelidikan, Bodia menyebut terduga pelaku adalah orang Blora. Polisi berhasil menangkapnya di rumahnya sendiri di wilayah Blora pada Kamis (3/9/2026).
"MDVA ini kita laksanakan penyelidikan lagi merupakan warga Blora. Lalu pada tanggal 2 dan tanggal 3 kemarin kita melaksanakan penyelidikan di Blora. Tanggal 3 malam kita melaksanakan penyentuhan, kita amankan terduga yang berinteraksi terakhir," beber Bodia.
Bodia menuturkan pelaku mengakui telah membunuh Mozza pada 25 Juni 2025. Pembunuhan itu dilakukan tiga hari sebelum adanya laporan orang hilang atas nama Mozza.
"Dari situ kita interogasi informasi awal, kita dapati bahwa yang bersangkutan itu diduga kuat melakukan tindak pidana yaitu pembunuhan pada tanggal 25 Juni 2025. Lalu laporan orang hilang itu itu kan 28 Juni 2025 ya, 3 hari setelah peristiwa," terang Bodia.
