Mozza Axillia Gunarsa (17), remaja perempuan asal Bergas, Kabupaten Semarang yang sempat dilaporkan hilang ternyata dibunuh. Pelaku berinisial MDVA (22) adalah teman dekatnya sendiri.
Hal tersebut dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana. Pelaku sehari-hari diketahui merupakan pekerja serabutan.
"Jadi statusnya teman dekat ya. Saya bisa menyebutkannya teman dekat. (Pekerjaannya pelaku) masih serabutan," kata Bodia melalui sambungan telepon pada detikJateng, Jumat (4/9/2026).
Bodia juga masih belum menyampaikan secara rinci dari mana Mozza mengenal pelaku. Menurut dia, hal itu merupakan materi penyidikan yang akan disampaikan oleh Polrestabes Semarang.
"Nanti di materi penyidikan itu, nanti di tabes (Polrestabes). Iya hasil gelar sepakat (ditangani Polrestabes)," ucap Bodia.
Bodia menyampaikan kasus hilangnya Mozza mulai menemukan bukti baru beberapa pekan lalu. Ada percakapan korban dengan pelaku di Instagram yang tertaut pada ponsel orang tua Mozza.
"Alat bukti yang kuat itu beberapa minggu yang lalu dari perangkat elektronik orang tuanya sendiri, chat Instagram," kata Bodia.
"Di situ itu ada beberapa komunikasi dengan terduga yang kita duga kuat merupakan seseorang yang berinteraksi terakhir dengan orang hilang tersebut ya," imbuhnya.
Melalui bukti baru itu, polisi mendatangi sebuah rumah kos di Kota Semarang. Nama pelaku terungkap setelah polisi menanyai sejumlah orang.
"Lalu dari situ kita telusuri, kita cari informasi, kita laksanakan penyelidikan sampai kepada sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang," terang Bodia.
"Dari situ kita laksanakan interogasi dengan pemilik rumah kos, dengan beberapa penghuni kos yang kita dapatkanlah sebuah nama dengan inisial MDVA," imbuhnya.
Pengembangan profil pelaku terus dilakukan hingga diketahui dia adalah warga Blora. Polisi menangkap MDVA setelah dua hari melakukan penyelidikan.
"MDVA ini kita laksanakan penyelidikan lagi merupakan warga Blora. Lalu pada tanggal 2 dan tanggal 3 kemarin kita melaksanakan penyelidikan di Blora. Tanggal 3 malam kita melaksanakan penyentuhan, kita amankan terduga yang berinteraksi terakhir," ucap Bodia.
(afn/apl)