Belasan Teman Kuliah Jokowi Siap Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Belasan Teman Kuliah Jokowi Siap Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 15 Jul 2026 13:06 WIB
Ade Darmawan usai ditemui di kediaman Jokowi, Sumber, Banjarsari, Rabu (15/7/2026).
Ade Darmawan usai ditemui di kediaman Jokowi, Sumber, Banjarsari, Rabu (15/7/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Sebanyak 15 teman masa kuliah Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi saksi di persidangan terkait tudingan ijazah palsu yang menjadi terdakwa Roy Suryo dan dr Tifa. Dua teman masa kuliah Jokowi di UGM, Mustoha Iskandar dan Prono sempat mendatangi kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, Solo.

Kuasa hukum Mustoha dan Prono, Ade Darmawan, mengatakan mereka hadir di kediaman Jokowi untuk mencocokkan dna mengkroscek kembali apa yang nanti akan disampaikan. Selain itu juga membuka memori ketika di BAP.

"Kita memastikan saksi-saksi ini bisa hadir semua tanpa terkecuali, dari beberapa yang diperiksa oleh kepolisian. Kita cek kesehatannya, memorinya, pengingatnya ketika di BAP seperti apa. Ini kan sudah hampir satu tahun lebih, sehingga perlu kita cross-check kembali, yang kita pastikan adalah apa yang konsisten pada apa yang sudah disampaikan," katanya ditemui di kediaman Jokowi, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ade menegaskan bahwa saksi-saksi yang akan dihadirkan bukan orang sembarangan. Mereka adalah rekan satu angkatan, satu fakultas, bahkan teman satu kelas Jokowi saat menempuh pendidikan di UGM.

"Ada 14 sampai 15 orang. Teman kuliah semua dari UGM dan fakultas yang sama, lulus tahun yang sama, dan teman satu kelas beliau. Bahkan ada teman yang dikirim ke Aceh bareng," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ade menjelaskan bahwa kehadiran para saksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap narasi bohong atau hoaks yang selama ini menyerang latar belakang pendidikan Jokowi. Ia menyebut tuduhan-tuduhan tersebut sebagai bentuk kekerasan verbal yang tidak beradab.

"Intinya kita perang dengan kebohongan lawan hoaks, karena ini adalah kejahatan kekerasan verbal. Pak Jokowi memalsukanlah, teman-temannya palsulah, ini hal yang tidak beradab yang memang harus kita sampaikan kepada publik," tegas Ade.

Lebih lanjut, Ade menekankan bahwa langkah menghadirkan belasan saksi ini bukan merupakan perintah langsung dari Jokowi. Hal ini murni merupakan inisiatif dari rekan-rekan seperjuangan Jokowi di masa kuliah yang merasa terpanggil untuk meluruskan fakta.

"Bukan Pak Jokowi (yang meminta). Semua saksi yang diperiksa itu inisiatif teman-teman Pak Jokowi. Pak Jokowi itu orangnya ya seperti inilah, menunggu orang datang, melayani masyarakat yang kangen," pungkasnya.



(apl/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads